Kurang Maksimal, Kinerja Balai Perlu di Evaluasi
Catatan Barak
PEMBIARAN jalan rusak dalam waktu yang lama, tentu membawa konsekuensi tersendiri bagi masyarakat pengguna jalan.
Kecelakaan tunggal bisa terjadi kapan saja, terlebih jika tidak adanya rambu-rambu peringatan yang terpasang dilokasi jalan yang rusak.
Sikap Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan jajaran Satker/PPK-nya yang patut dinilai lalai, tak segera menangani kerusakan yang ada, sudah sepatutnya dievaluasi oleh para pemangku otoritas pada Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR.
Seperti halnya BPJN Maluku dan jajaran Satker/PPK-nya yang dinilai lamban menangani kerusakan pada beberapa ruas jalan nasional di Ambon, hingga membuat Perkumpulan Anak Muda Ambon (Pama) harus bicara di media masa (tribun-maluku, Selasa (27/08/2024) kemarin).
Adapun beberapa lokasi jalan yang sudah mengalami kerusakan sejak beberapa bulan lalu itu terdiri atas Jl Pandan Kasturi Tantui Ambon depan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN), lokasi jalan menurun di Halong, Jembatan Wayari di Waitatiri, turunan Maluku City Mall (MCM), dibawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), dan disekitaran turunan Desa Batu Merah.
Jika saja kerusakan hanya terdapat pada satu atau dua titik, bisa jadi tidak terpantau, karena bisa saja itu merupakan kerusakan baru yang muncul seiring cuaca dan pengaruh usia jalan. Tapi ini disebutkan kerusakan terjadi dibanyak lokasi, dan sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu.
Hal itulah yang kiranya perlu di evaluasi oleh para pemangku kebijakan pada DJBM Kementerian PUPR. Mungkin bisa juga Kabalai, Kasatker dan PPK terkait dipanggil untuk ditanyakan sejauh mana rasa tanggungjawabnya terhadap ruas yang menjadi kewenangannya. Dan jika memang dari jawabannya nampak rasa tanggungjawab itu sudah mulai pudar, maka perlu dipertimbangkan untuk menggantinya dengan figur-figur lain yang DJBM miliki.***

Komentar
Posting Komentar