Ratusan Miliar Pemasukan Negara Dari Pajak PT SMP di Akali...?
BARAK, (Banten)- Belakangan ini beberapa kalangan terbatas dikejutkan dengan khabar adanya salah satu perusahaan pengolahan minyak sawit skala besar yang diduga "mengakali" pembayaran Pajak Pertambahan Nilai (PPN) kepada negara.
Alhasil, ratusan miliar rupiah potensi pemasukan negara pun "hilang" atau tidak tertagih.
Adalah PT SMP yang yang berlokasi di Ciwandan, Kota Cilegon, Provinsi Banten. Perusahaan ini merupakan salah satu produsen pengolahan Crude Palm Oil (CPO) menjadi minyak goreng dan berbagai produk turunan dari minyak sawit lainnya.
Perusahaan skala besar ini pun mendapatkan "jatah" sebagai produsen terbesar minyak goreng subsidi pemerintah dengan merk "Minyak Kita".
Selain itu, PT SMP juga memproduksi barang konsumsi yang dikenal dengan nama Sari Murni dan Gurih.
Untuk "mengakali" pembayaran PPN kepada negara, PT SMP diduga mengambil bahan baku minyak sawit yang akan di olah menjadi produk turunan minyak sawit dan minyak goreng dari pemasok CPO yang sebagian besar masih satu group dengan PT SMP sendiri.
Kalaupun ada yang dipasok dari luar group-nya sendiri, jumlahnya diperkirakan hanya sedikit, sebatas untuk menambah pasokan bahan baku untuk memenuhi kapasitas produksi pabrik yang berlokasi di Ciwandan, Cilegon, Banten tersebut.
Sementara hasil produksinya berupa minyak goreng dipasarkan dalam negeri, dan produk turunan sawit-nya diekspor keluar negeri, dan ada pula yang dijual ke perusahaan-perusahaan dikawasan berikat untuk diproses lebih lanjut menjadi produk turunan minyak sawit.
Redaksi barak-indo sudah berupaya meminta klarifikasi dari pihak PT SMP dengan mendatangi gedungnya dikawasan Ciwandan. Namun upaya itu tidak membuahkan hasil, dan diarahkan untuk ke kantor pusatnya di Jakarta.
Redaksi barak-indo pun terus mengumpulkan informasi dan data yang mengarah pada dugaan "pengemplangan" Pajak Pertambahan Nilai (PPN) PT SMP.* (Barak)

Komentar
Posting Komentar