Hei Tuan Pemuja Kuasa
Coretan Redaksi;
TANDA itu semakin nampak,
Tat kala jaya diujung masa.
Saat kuasa disanjung-puja,
Dipenghujung masa habis dicerca.
Hei Tuan Pemuja Kuasa,
Tak ada yang tak berbatas,
Raja Namrud saja berkalang tanah.
Fir'aun juga dipajang kerangka,
Apalagi hanya dua kali lima tahunan.
Hei Tuan Pemuja Kuasa,
Jadikan masa untuk berkaca,
Dari semua yang telah dibuat.
Jika pun tidak pastilah menyesal,
Lepas kuasa habis dihina.
Hei Tuan Pemuja Kuasa,
Ada kalanya saat masa jaya,
Tapi semua telah terlewat.
Menyesalpun tiada guna,
Sebab umpatan kian menggema.
Hei Tuan Pemuja Kuasa,
Jangan busungkan dada dibelantara kota,
Belajarlah dari masa yang terlewat,
Jangan terjerumus dalam lubang yang sama,
Sebab menyesal tiada guna,
Tat kala jelata mulai serapah.
Hei Tuan Pemuja Kuasa,
Jangan cipta petaka buat anak turunan,
Hindarkan mereka dari serapah jelata,
Tanamlah jasa yang bisa dibanggakan,
Agar dikenang sepanjang masa.***

Komentar
Posting Komentar