Pekerjaan Flyover Nurtanio Bahayakan Pengendara
Hasilnya Mengecewakan Meski Sudah Lewat 5 Bulan
BARAK, (Jabar)- Meskipun sudah berproses sejak lama, namun pembangunan Flyover Nurtanio tak juga menunjukkan hasil yang diharapkan. Alhasil, penyelesaian proyek itupun mundur jauh dari jadwal perencanaan.
Mendapati pekerjaan yang tak kunjung menunjukkan hasil memuaskan, warga-pun menyampaikan kritik, mulai dari kemacetan hingga jalanan yang berdebu saat cuaca panas dan licin saat tersiram hujan.
Sementara pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI-Jabar selaku penyelenggara proyek menyebut, lambannya pekerjaan lantaran adanya kendala yang dihadapi selama proses pekerjaan berlangsung. Kendala itu berupa pembebasan lahan.
Per September 2024 ini, progres fisik Flyover Nurtanio di Jl Abdul Rahman Saleh Kota Bandung masih tahap pemasangan shorring, pengecoran girder dan pabrikasi pembesian (Instagram BBPJN DKI-Jabar 27 September 2024).
Diketahui, dalam rencananya Flyover Nurtanio akan dibangun sepanjang 550 meter dengan lebar 11 meter, termasuk pelebaran jalan frontage 5 meter. Pekerjaannya sendiri mulai digarap sejak Agustus 2023 dengan target penyelesaian pada April 2024. Namun hingga September 2024 atau 5 bulan lewat dari target perencanaan, pekerjaan belum juga menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Lambannya proses pekerjaan itu lantas menjadi keluhan masyarakat lewat media sosial X.
Layaknya dilansir prfmnews, Minggu (29/09/2024) kemarin, akun @g_per*** mengungkapkan, "Lama min. Progresnya lama banget. Tiap hari lewat macet terus".
Akun lainnya @saya*** mengatakan, "Tiap hari lewat. Disinilah tempat dimana kesabaran di uji. Apalagi tiap sore pas kondisi lagi hujan, jalanan penuh dengan genangan air seperti off-road. Sambungan antara tanah dengan betonnya cukup terjal dan licin. Banyak motor maupun mobil yang ban-nya selip, benar-benar bertaruh nyawah didepan gerbang pengkalan. Batas jalan gak jelas, plus flow sepeda motor yang kesegala arah semakin tidak beraturan akibat tidak adanya petugas yang mengatur lalu lintas."
"Delay min, kontrak 10 bulan selesai, sekarang sudah 9 bulan sepertinya progres belum ada 50 persen. K3 kurang, rambu minim, malam gak ada penerangan, lebih-lebih gak petugas yang mengatur lalu lintas," tulis akun lainnya, @amin***
Teguran juga disampaikan akun @mr.yu***, "Sistem menagementnya coba dievaluasi kembali, terutama untuk keselamatan. Bukan hanya APD, coba perhatikan keamanan bagi pengguna jalan."
Menanggapi keluhan itu, pihak BBPJN DKI-Jabar meminta maaf, khususnya terkait kemacetan.
"Kami menyampaikan permohonan maaf jika selama proses pembangunan Flyover Nurtanio mengakibatkan kepadatan lalu lintas, dan kami mohon maaf kepada seluruh pengguna jalan yang melintas di Jl Abdul Rahman Saleh untuk bisa mengikuti arahan rambu lalu lintas di area pekerjaan".* (Barak)

Komentar
Posting Komentar