PJN II NTB Diminta Serius Tangani Ruas Nasional di Dompu


BARAK, (NTB)- Besarnya anggaran yang digelontorkan Direktorat Jenderal Bina Marga (DJBM) Kementerian PUPR bagi penyelenggaraan jalan dan jembatan nasional yang melintasi wilayah Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dinilai tak sepadan dengan hasil pelaksanaannya dilapangan.

Pasalnya, beberapa waktu lalu warga Desa O'O, Kecamatan Dompu dan Desa Matua, Kec Woja menyatakan protes atas kondisi jalan yang rusak dengan menandai lubang-lubang dengan batang kayu dan barang bekas lainnya.

Pantauan dilapangan menunjukkan, hampir semua jalan nasional mulai dari perbatasan Dompu dengan Sumbawa hingga Batas Dompu dengan Bima, khususnya disekitaran Desa O'O dan Desa Matua mengalami kerusakan cukup parah.

Selain kerap menyebabkan kemacetan, kondisi jalan yang rusak juga sudah sering membuat pengendara celaka.


"Selama ini jalan nasional di wilayah Dompu kerap mengalami kerusakan. Kami berharap pemerintah pusat melalui Satker PJN Wilayah II NTB memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan nasional ini," ujar salah seorang warga dilansir kompas86, beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, selain sebagai bentuk protes, warga juga menandai lubang-lubang yang ada dengan menanam batang kayu dan barang lainnya, agar pengendara dapat berhati-hati saat melintasi jalanan yang rusak.

Tak hanya jalan, saluran drainase juga nampak tidak terawat.

Redaksi barak-indo sudah berupaya mendapatkan klarifikasi dari pihak Satker/PPK terkait, namun hingga seminggu berlalu tak juga mendapat tanggapan.* (Barak)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mutasi 520 Pejabat PU Patut Dievaluasi

Menteri PU Diminta Berani Batalkan SK Mutasi Istimewa

PPK 1.1 Jabar Tutup Lubang Pakai TCM