Barak Harap Presiden Pilih Menteri PUPR Dari Internal


BARAK, (Jakarta)- Barisan Rakyat Anti Korupsi (Barak) berharap Presiden terpilih, Prabowo Subianto, tidak memaksakan masinis dari luar gerbong untuk memacu lokomotif pembangunan infrastruktur pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Organisasi yang selama ini konsisten mengawal penyelenggaraan infrastruktur di tanah air itu, menyarankan Menteri PUPR di pilih dari internal Kementerian PUPR sendiri, lantaran dinilai lebih memahami segala tantangan infrastruktur yang dihadapi.

"Kami melihat banyak figur-figur muda yang sangat potensial untuk dipilih," tegas Kornas Barak, Danil's, kepada barak-indo, Selasa (08/10/2024).

Jika saja Menteri PUPR dipaksakan dari luar, terlebih berangkat dari jalur politik, maka bukan tidak mungkin laju pembangunan infrastruktur di tanah air akan terhambat.

"Bahkan bisa jadi berjalan mundur. Karena tidak ada yang bisa menjamin pembangunan infrastruktur tidak akan bergerak searah kepentingan sang menterinya, bukan berdasarkan kepentingan rakyat yang telah direncanakan sejak jauh-jauh hari," jelasnya.

Meski demikian, ia berkeyakinan, jika Presiden terpilih akan menggunakan otoritasnya sebagai pemegang hak prerogatif secara penuh, untuk menentukan siapa yang paling tepat menjadi Menteri dari kalangan internal Kementerian PUPR sendiri.

Persoalan infrastruktur, lanjutnya, tidaklah sesederhana yang dibayangkan sebagian orang.

"Setahun saja salah urus, dampaknya bisa menurunkan kualitas infrastruktur yang sudah dan sedang dibangun. Lebih-lebih kalau salah urusnya lima tahunan, bisa dipastikan negara akan menumpuk hutang selama puluhan tahun untuk mengembalikan kondisinya seperti semula," ungkapnya.

Alasan itulah yang membuatnya menaruh harapan besar pada keputusan Presiden terpilih, Prabowo Subianto, agar memilih figur yang benar-benar tepat untuk memimpin Kementerian PUPR.

"Ada banyak figur-figur inovatif dan memenuhi syarat untuk menjadi Menteri dari internal Kementerian PUPR sendiri, tinggal pilih salah satu," tandasnya.

Dari informasi yang beredar, saat ini sudah muncul satu nama dengan inisial TRH, Sekjen salah satu Parpol yang digadang-gadang menjadi Menteri PUPR.

Hal itu pun mendapat reaksi dari berbagai kalangan yang selama ini fokus mengawal penyelenggaraan infrastruktur di tanah air.

Selain Kornas Barak, Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga juga turut menyoroti salah satu nama yang mengemuka ke publik tersebut.

Ia pun memandang, agar Presiden terpilih, Prabowo Subianto, menunjuk calon menteri dari kalangan Kementerian PUPR sendiri, karena dinilai lebih memahami mekanisme pelaksanaan proyek ketimbang dari luar.

"Jika Menteri dari kalangan internalnya sendiri, maka pekerjaan bisa langsung berjalan, karena Menteri-nya sudah memahami budaya kerjanya," ungkapnya dilansir merdeka,com, (04/10/2024) lalu.* (Barak)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mutasi 520 Pejabat PU Patut Dievaluasi

Menteri PU Diminta Berani Batalkan SK Mutasi Istimewa

PPK 1.1 Jabar Tutup Lubang Pakai TCM