DJBM Kementerian PU Tetap Fokus Mantapkan Jalan & Jembatan
BARAK, (Jakarta)- Meskipun Kementerian PUPR kini sudah dipecah menyisakan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) saja, namun tidak sedikitpun menyurutkan semangat insan Direktorat Jenderal Bina Marga (DJBM) Kementerian PU untuk terus memacu lokomotif pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan nasional yang menjadi kewenangannya.
Dirjen Bina Marga Kementerian PU, Rachman Arief Dienaputra menjelaskan, penyesuaian secara umum akan dilakukan seiring terbitnya Perpres No 140 Tahun 2024 tentang Organisasi Kementerian Negara yang mengharuskan semua Kementerian melakukan restrukturisasi organisasi, namun tetap memperhatikan tugas pokok dan fungsi serta proses penyelenggaraan jalan dan jembatan.
"Fungsi Survey, Investigasi, Design, Lan Acquisition, Action Programme, Construction, Operation, Maintenance (Sidlacom) akan dibagi kepada semua Direktorat hingga Balai Pelaksana disetiap provinsi se-Indonesia," ujarnya, Rabu (23/10/2024) kemarin.
Hal itu, lanjutnya, untuk membangun dan menjaga kondisi jalan nasional yang 47.000 Km lebih tepat dalam kondisi kemantapan maksimal.
Karenanya, pelaksanaan pekerjaan DJBM Kementerian PU tetap mengacu pada RPJMN 2025-2029 yang disinkronkan dengan visi misi Astra Cita Presiden Prabowo Subianto.
"Sejalan dengan arahan Menteri PU terkait program kerja Kabinet Merah Putih (KMP) untuk meningkatkan dukungan jalan terhadap ketahanan pangan dan energi, sesuai Tupoksi, kami harus banyak berkoordinasi dengan Pemda, agar diketahui mana yang skala prioritas," ungkapnya.
DJBM, katanya, akan memperkuat pada sisi pembinaan untuk mendukung ketahanan pangan hingga ke titik produksi yang memerlukan peran dari Pemda.
"Kemungkinan dukungan pendanaan untuk masalah itu bisa ditingkatkan, agar secara organisasi kami bisa menyesuaikan sumberdaya pendukungnya," ucapnya.
Perubahan nomenklatur dan restrukturisasi organisasi, harapnya, bisa membuat penyelenggaraan jalan dan jembatan lebih efektif dan efisien, serta lebih tepat untuk mendukung visi misi Presiden Prabowo.
Diketahui, TA 2024 hingga 2025 nanti, DJBM berfokus pada menjaga kondisi kemantapan jalan dan jembatan nasional, termasuk pembangunan Trans Papua, perbatasan Kalimantan, akses simpul transportasi, akses pulau-pulau terluar, terdepan dan tertinggal (3T), jalan tol, penuntasan missing link, lingkar perkotaan, perlintasan KA, termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN).* (Barak)

Komentar
Posting Komentar