Duet Pengusaha Sawit & Komisaris BUMN, Mampukah Bawa Kementerian PU Berkibar...?
BARAK, (Jakarta)- Bagi sebagian kalangan, pangangkatan Dody Hanggodo dan Diana Kusumastuti sebagai Menteri dan Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) menjadi hal yang surprise.
Tapi bagi kalangan tertentu, pengangkatan kedua figur pengusaha tersebut bukanlah hal yang mengagetkan, mengingat sebelumnya beredar rumor jika Presiden Prabowo Subianto sebagai pemegang hak prerogatif pengangkatan para pembantunya dalam Kabinet Merah Putih (KMP) sudah disebut-sebut akan mengakomodir semua pihak yang erat kaitannya dengan proses Pilpres dalam kabinetnya.
Dody Hanggodo
Tak banyak yang bisa dikorek dari profil Dody Hanggodo yang dipercaya oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri PU. Redaksi barak-indo hanya memiliki catatan, jika Dody merupakan salah seorang pengusaha sekaligus komisaris pada salah satu perusahaan pengolahan sawit di Kalimantan Timur (Kaltim).
Dody tercatat sebagai komisaris PT Senabangun Anekapertiwi sejak tahun 2019 lalu. Perusahaan ini bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit yang didirikan pada tahun 1995 lalu. Perusahaan ini pun menjadi salah satu produsen Crude Palm Oil (CPO) dan minyak sawit beserta produk turunannya dalam skala besar di Indonesia.
Pada tahun 2022, perusahaan tempat Dody bekerja diketahui bergabung dengan perusahaan pengolahan sawit lainnya, yakni PT Pradiksi Gunatama (Tbk). Sementara PT Pradiksi Gunatama (Tbk) diketahui merupakan milik dari PT Araya Agro Lestari dan PT Citra Agro Raya yang notabene milik putra dan putri dari pengusaha kawakan asal Kaltim, yakni Syamsudin Andi Arsyad (Haji Isam- red).
Dody juga disebut sebagai ayah dari Aushaf Fajr Herdiansyah, salah seorang kader Partai Gerindra yang tengah maju sebagai Calon Wakil Bupati Nganjuk (2024) berpasangan dengan Muhammad Muhibbin Nur.
Jika dilirik dari bidang studi yang dikuasainya, Dody Hanggodo merupakan lulusan S2 pada bidang studi ekonomi. Hal itu setidaknya terlihat dari gelar yang melekat dibelakang namanya (M.PE), sebuah gelar magister untuk keilmuan bidang ekonomi.
Diana Kusumastuti
Mendampingi Dody Hanggodo sebagai Menteri, Presiden Prabowo Subianto mengangkat Diana Kusumastuti sebagai Wakil Menteri PU.
Diana tercatat mengawali kariernya di bidang jasa konstruksi dan konsultan interior.
Meski demikian, Diana lebih memilih berkarier di pemerintahan dengan bergabung di Kementerian PU sejak tahun 1993 lalu.
Berbagai jabatan penting pernah diembannya selama menjadi ASN di Kementerian PU, diantaranya sebagai Direktur Bina Penataan Bangunan pada Direktorat Jenderal Cipta Karya (DJCK) hingga akhirnya dinobatkan sebagai Dirjen CK pada tahun 2020 lalu.
Dengan jabatan sebagai Dirjen, tentu sudah banyak yang berhasil dikerjakannya, termasuk pengelolaan anggaran bagi pembangunan IKN Nusantara. Ia juga pernah dinobatkan sebagai salah satu ASN terbaik oleh Kementerian PAN RB.
Selain sebagai Dirjen CK, pada 2023 lalu, Diana Kusumastuti juga didapuk sebagai Komisaris pada perusahaan jasa konstruksi plat merah PT Brantas Abipraya (Persero). Meski merangkap dalam dua jabatan strategis sekaligus, yakni sebagai pejabat penyelenggaraan anggaran proyek pemerintah di Kementerian PU dan pejabat pada perusahaan jasa konstruksi yang mengerjakan proyek pemerintah, Diana dicatat telah banyak menunjukkan kontribusinya dalam pengelolaan dan pengawasan pada PT Brantas Abipraya (Persero).
Akankah Kementerian PU Berkibar...?
Tak dapat dipungkiri, jika saat ini tengah berseliweran pertanyaan yang menggelantung dibenak publik, bahkan mungkin juga sebagian dari insan Kementerian PU sendiri. Yakni apakah Kementerian PU akan terus dan semakin berkibar dibawah komando pengusaha...? Lantaran ini adalah kali pertama Kementerian teknis itu dipimpin oleh pengusaha.
Barak, organisasi yang selama ini konsisten mengawal pembangunan infrastruktur oleh Kementerian PU, berharap besar pembangunan infrastruktur justru semakin berkibar ditangan dua figur yang berangkat dari latar-belakang pengusaha dan pejabat karier yang juga merangkap komisaris pada perusahaan jasa konstruksi milik pemerintah tersebut.
"Kami tetap optimis, setipis apapun harapannya," ujar Kornas Barak, Danil's, Selasa (22/10/2024).
Ia berpandangan, pembangunan oleh Kementerian PU sudah terencana dengan baik dalam Renstra, dan dilakukan oleh para pejabat yang mumpuni di bidangnya.
"Tidak mungkin pemegang kebijakan tertinggi di Kementerian itu tetiba merubah Renstra sesuai keinginannya. Kalau berani melakukan hal yang bertentangan, tentu akan ada yang berjiwa ksatria membukanya ke publik, walaupun tersirat," tegasnya.
Ia memastikan, pihaknya akan terus mengawal setiap proses pembangunan yang dilaksanakan Kementerian PU, agar selalu membawa nilai manfaat bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Kami pastikan akan terus bersuara dan bersikap jika mendapati kebijakan yang bertentangan dengan tujuan yang mulia. Kami yakin Presiden juga menaruh harapan besar bagi pembangunan infrastruktur kepada kedua figur yang diangkatnya sebagai Menteri dan Wakil Menteri tersebut," tandasnya.* (Barak)



Komentar
Posting Komentar