Bahaya Odol Bikin Celaka Banyak Orang
Catatan Redaksi
DALAM beberapa waktu belakangan ini, redaksi barak-indo intens menginformasikan soal kendaraan Over Dimension Over Load (Odol) yang masih bebas berkeliaran di jalan-jalan umum.
Bak gayung bersambut, sebuah tragedi yang disebabkan oleh kendaraan Odol pun memantik perhatian publik.
Ya, kecelakaan beruntun yang disebabkan truk Odol terjadi lagi di Tol Cipularang Km 92. Tak hanya menyebabkan kerusakan parah pada belasan kendaraan lain, termasuk belasan orang yang terpaksa harus dirawat di RS, namun ada pula yang harus meregang nyawah.
Petaka seperti ini mestinya cukup untuk membuka lebar mata hati para pemangku otoritas "Yang Terhormat", agar segera menertibkan setiap angkutan Odol yang masih menggunakan jalan umum sebagai jalur perlintasan.
Kepastian bahwa kecelakaan yang terjadi di Tol Cipularang Km 92 disebabkan kendaraan Odol (Over Dimension- Red), diungkapkan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Risyapudin Nursin, Kamis (14/11/2024) kemarin.
Risyapudin mengatakan, jika gandengan yang digunakan pada kepala truk yang kecelakaan berbeda dengan yang di izinkan saat kendaraan melakukan uji berkala, dan hal itulah yang menyebabkan truk-nya masuk dalam kategori Over Dimension.
Sebelumnya, aparat Kepolisian juga menyebut, jika kendaraan yang menyebabkan kecelakaan beruntun membawa muatan yang berat.
Jika merunut dari pernyataan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub dan aparat Kepolisian, maka besar kemungkinan truk tersebut tidak hanya Over Dimension tapi juga Over Load.
Menko AHY juga memberikan perhatian khusus pada petaka yang terjadi di Tol Cipularang Km 92 tersebut.
Meski tidak membahas soal solusi mengatasi kendaraan Odol, namun setidaknya Menko menyoroti soal fenomena Odol yang mengabaikan keselamatan masyarakat pengendara.
Ia meminta para pengusaha angkutan mentaati aturan yang yang berlaku. Ia memahami, jika kendaraan Odol tidak hanya menyebabkan kemacetan, tapi bisa menyebabkan pengendara lain celaka.
Meskipun sampai saat ini fenomena kendaraan' Odol masih dipandang enteng oleh para pemangku otoritas, namun redaksi masih berharap suatu saat kelak, persoalan besar yang selama ini menyedot uang negara hingga puluhan triliun bisa terselesaikan.
Apakah penghapusan Odol bisa menjadi kenyataan atau sekedar menjadi proyek dari meja ke meja...? Hanya para pemangku kepentingan dan Tuhan-nya yang bisa menjawab.***




Komentar
Posting Komentar