Percontohan Microsurfacing di Babel Berjalan Normal


BARAK, (Babel)- Sebagai percontohan yang pertama kali menerapkan pekerjaan microsurfacing, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bangka Belitung (Babel) terhitung sukses menerapkan metode perawatan jalan yang dilaksanakan dengan melapisi permukaan jalan dengan campuran aspal, agregat halus dan aditif polimer.

Pekerjaannya sendiri diterapkan pada ruas jalan Sudirman, di Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Babel, Rima Qotrun Nada mengungkapkan, pekerjaan microsurfacing yang pihaknya laksanakan, yakni berupa pelapisan permukaan aspal untuk mengembalikan kondisi jalan yang sudah aus termakan usia ataupun karena gilasan roda kendaraan yang cukup padat dalam kawasan perkotaan.

"Metode ini kami terapkan untuk memperbaiki kerusakan minor pada jalan beraspal, seperti retak rambut, alur maupun oksidasi," ujarnya kepada barak-indo, Minggu (01/12/2024) kemarin.

Rima menjelaskan, pemilihan metode microsurfacing lantaran memiliki beberapa kelebihan seperti ramah lingkungan, ekonomis, proses pengerjaannya cepat dan tahan lama.

"Begitu pula ketika terdapat kerusakan yang tetiba muncul, penanganan pun bisa dilakukan dengan cepat. Seperti yang terjadi kemarin, begitu ada kerusakan, langsung kami tangani kurang dari 24 jam," jelasnya.

Diketahui, microsurfacing sendiri pertama kali dikembangkan pada sekitaran tahun 1960 hingga 1970-an di Jerman. Baru pada sekitaran tahun 1980-an dikembangkan di Amerika Serikat.* (Barak)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mutasi 520 Pejabat PU Patut Dievaluasi

Menteri PU Diminta Berani Batalkan SK Mutasi Istimewa

PPK 1.1 Jabar Tutup Lubang Pakai TCM