Jalan Nasional Tanah Karo-Agara Rusak Parah


BARAK, (Sumut)- Masyarakat Tanah Karo di Sumatera Utara (Sumut) dan Kutacane, Aceh Tenggara, mengeluhkan kondisi jalan nasional penghubung Sumut-Aceh di sekitaran kawasan Kinangkong, Tanah Karo.

Keluhan itu disampaikan lantaran kondisi jalan yang bertabur lubang dan berubah seperti kubangan kerbau saat musim penghujan.

Selain itu, pada salah satu titik dikawasan Kinangkong juga terdapat titik ambles hingga memakan hampir separuh badan jalan.

Kondisi itu membuat pengendara kesulitan melintas, dan harus mengantri saar berpapasan dengan kendaraan lain dari arah berlawanan.

Kerusakan pada ruas jalan itu disebut sudah terjadi sejak lama. Penanganan yang dilakukan pun baru sebatas pemeliharaan rutin pada titik-titik yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat pengendara.

Masyarakat pun berharap pihak terkait segera menangani kerusakan yang ada, agar tidak merugikan masyarakat banyak.

"Jangan sampai jatuh korban dulu baru diperbaiki. Jalan itu merupakan urat nadi perekonomian masyarakat tani dari Aceh ke Sumut dan sebaliknya," ujar Hendrik, salah seorang supir angkutan asal Aceh Tenggara.


Ia berharap Komisi V DPR-RI menyampaikan aspirasi masyarakat ini kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU), agar segera turun lapangan dan menangani semua ketua yang ada.

Sebelumnya, warga seperti dilansir tribungayo, melansir kerusakan ruas jalan nasional Tanah Karo-Agara.

Kondisi jalan yang sempit, bertabur lubang hingga bebatuannya terlihat, membuat pengendara kesulitan melintas.

Tak hanya itu, disejumlah titik juga terdapat saluran samping yang tersumbat. Belum lagi material longsor yang menempel dipermukaan jalan, sehingga menambah kesulitan bagi pengendara yang melintas.

Diketahui, masyarakat Aceh Tenggara menggantungkan penghidupan dari hasil pertanian dan perkebunan. Biasanya warga menjual hasil pertanian menuju Sumut lewat jalan nasional tersebut. Ketika infrastruktur jalan tidak memadai, warga pun mengeluhkan biasa transportasi yang bertambah.

Tokoh masyarakat Aceh Tenggara, Jupri Yahdi berharap, pihak terkait segera memperbaiki kerusakan yang ada, agar masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan aman.

"Beberapa lokasi kerusakan yang perlu ditangani mulai dari Desa Lou Solu, Lau Kesumpat dan Bandar Purba," jelasnya.

Sementara Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah IV Sumut yang dihubungi barak-indo sejak beberapa waktu lalu via kontak WhatsApp, hingga berita ini tayang belum tersambung. Pesan WhatsApp yang dikirim redaksi centang satu.* (Barak)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mutasi 520 Pejabat PU Patut Dievaluasi

Menteri PU Diminta Berani Batalkan SK Mutasi Istimewa

PPK 1.1 Jabar Tutup Lubang Pakai TCM