Kendaraan Odol Masih Jadi Ancaman Nyata Bagi Jalan Nasional di Kaltim


BARAK, (Kaltim)- Hingga saat ini, kendaraan Over Dimension Over Load (Odol) masih menjadi ancaman nyata bagi penyelenggaraan jalan dan jembatan nasional di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Masih banyaknya kendaraan Odol yang berkeliaran di jalan-jalan utama, mempercepat penurunan kualitas jalan. Susah payah jalan dibangun, namun begitu mudahnya dirusak oleh palaku usaha nakal yang mengoperasikan kendaraan melebihi batas Muatan Sumbu Terberat (MST) jalan.

Dampak buruk yang timbul akibat kendaraan Odol setidaknya terlihat dari rusaknya jalan nasional ruas Samarinda-Kutai Barat.

Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik yang turun langsung meninjau kondisi ruas sepanjang 310 Km dari Loa Janan hingga Mahakam Ulu,  mengungkapkan keperihatinannya atas kondisi tersebut.

"Kerusakan ini sangat merugikan masyarakat, karena menghambat mobilitas dan meningkatkan biaya logistik. Perlu secepatnya ada dialog dengan perusahaan yang menggunakan angkutan berat, agar ada solusi untuk mengatasinya," ujar Akmal dilansir ibukotakini, kemarin.

Disisi lain, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim sendiri menegaskan, pihaknya komitmen untuk terus meningkatkan kualitas jalan nasional.

Tapi dibalik itu, ada persoalan yang harus diatasi bersama, yakni keberadaan kendaraan Odol yang menjadi ancaman nyata bagi infrastruktur jalan dan jembatan.

Sebab selama tidak ada pengawasan dan penindakan terhadap muatan kendaraan yang melintas, maka sebagus apapun jalan yang dibangun, tidak akan mampu bertahan sesuai usia rencana.

BBPJN Kaltim juga melansir, ruas jalan nasional yang perlu diawasi dari lalu lalang kendaraan Odol terdiri atas Loa Janan-Batas Kota Tenggarong-Simpang Senoni-Kota Bangun-Barong Tongkok dan Barong Tongkok-Mentiwan-Mahakam Ulu.* (Barak)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mutasi 520 Pejabat PU Patut Dievaluasi

Menteri PU Diminta Berani Batalkan SK Mutasi Istimewa

PPK 1.1 Jabar Tutup Lubang Pakai TCM