Legislator: Baru Diaspal, Jalan Nasional di Tarakan Hancur Lagi


BARAK, (Kaltara)- Legislator meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Utara (Kaltara) dan jajaran memperhatikan kualitas jalan nasional di Kota Tarakan.

Pasalnya, jalan di kota sekecil itu masih banyak ditemukan dalam keadaan rusak, bahkan parahnya lagi, ada beberapa ruas jalan nasional yang baru di aspal sudah hancur kembali.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Tarakan, Dapot Sinaga, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak BPJN Kaltara di gedung DPRD Kota Tarakan meminta persoalan jalan rusak serius diperhatikan.

Menurutnya, untuk daerah seperti Kota Tarakan, semestinya bisa memiliki jalan nasional yang berkualitas baik. Tapi selama ini masih ada beberapa jalan nasional yang berlubang, bahkan sampai ambles.

"Ini bisa menjadi bahan evaluasi bagi Balai dan jajaran, agar lebih memperhatikan kualitas jalan nasional di Kota Tarakan. Untuk kota sekecil ini, mestinya sudah bisa memiliki jalan nasional yang berkualitas," ujarnya seperti dilansir fokusborneo, Senin (30/12/2024) kemarin.

Beberapa ruas jalan nasional yang membutuhkan penanganan serius itu seperti ruas jalan Simpang Empat GTM, Jalan Kusuma Bangsa, termasuk jalan Yos Sudarso yang baru beberapa bulan di aspal  sudah hancur lagi.

"Kami harap setiap pekerjaan diawasi dengan baik. Kami tidak tahu pengawasan yang dilakukan selama ini," ungkapnya.

Sementara salah seorang Kepala Satker yang menjadi perwakilan dari BPJN Kaltara, Javid menyampaikan terima kasih atas masukan dari DPRD Kota Tarakan, dan akan menjadi bahan evaluasi bagi pihaknya.

Menurutnya, BPJN Kaltara masih memiliki pekerjaan rumah berupa penuntasan pembangunan akses PLBN.

Adapun Kota Tarakan sebagai kota kecil namun belum memiliki infrastruktur jalan yang bagus, katanya, hal itu terjadi karena ditempat lain masih membutuhkan anggaran yang besar, seperti di Malinau, Long Nawang, Long Midan, Lumbis yang masih membutuhkan anggaran besar.

Untuk Kota Tarakan sendiri, pada TA 2025 ini sudah teranggarkan seperti untuk penanganan jalan Aji Iskandar sepanjang 5 Km.

Sedangkan untuk penanganan ruas Aki Balak, rencananya mulai dilaksanakan pada akhir 2025 nanti.* (Barak)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mutasi 520 Pejabat PU Patut Dievaluasi

Menteri PU Diminta Berani Batalkan SK Mutasi Istimewa

PPK 1.1 Jabar Tutup Lubang Pakai TCM