Anggaran Masih Diblokir, Persiapan Jalur Mudik Lebaran Mepet
Catatan Redaksi
TAK lama lagi, umat muslim Indonesia akan segera memasuki bulan Puasa Ramadhan yang diperkirakan jatuh pada 01 Maret 2025.
Kebiasaan dari tahun ke tahun, untuk mempersiapkan jalur mudik lebaran, para penyelenggara jalan sudah mulai sibuk menata jalan dan jembatan sejak dua bulan sebelum hari H mudik berlangsung.
Namun kali ini hal itu dipastikan tidak akan terjadi, lantaran hingga kini anggaran penanganan jalan dan jembatan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) masih diblokir oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Belum ada keterangan resmi dari pemerintah terkait alasan blokir anggaran belum juga dibuka. Yang pasti para penyelenggara jalan nasional masih dibuat kerepotan dengan penanganan jalan tanpa adanya kepastian anggaran.
Artinya, secara otomatis, pada masanya nanti, para penyelenggara jalan akan menjadi bulan-bulanan publik, jika tak mampu menyiapkan infrastruktur utama bagi pemudik dengan baik.
Jika dihitung dari saat ini, itupun jika blokir anggaran segera dibuka, maka maksimalnya penyelenggara jalan hanya memiliki waktu paling lama sekitar 4 (empat) minggu untuk mempersiapkan jalur mudik, agar tidak menjadi bencana bagi masyarakat pengguna jalan.
Hal itu pun bisa terjadi jika proses lelang dan persiapan seluruh administrasi pendukung bisa dilakukan dengan cepat, tanpa ada sanggahan dan kendala-kendala lainnya yang mungkin saja bisa menjadi hambatan tersendiri.
Lalu mungkinkah untuk penanganan jalan dan jembatan yang sudah mengalami kerusakan secara masif bisa maksimal hanya dalam waktu 4 (empat) minggu...?
Untuk kerusakan ringan, bisa dipastikan hal itu bisa diwujudkan. Tapi beda ceritanya untuk kerusakan sedang, terlebih yang rusak berat. Sebab kerusakan yang terjadi ditiap daerah itu berbeda-beda, tergantung dari tanah dasar yang menjadi pondasi bagi bangunan jalan/jembatan. Hal itu menentukan mudah atau sulitnya penanganan.
Hal lain yang paling dikhawatirkan, adalah ketika pemerintah Prabowo-Gibran tidak sanggup menyediakan layanan infrastruktur yang terbaik bagi masyarakat saat musim mudik lebaran nanti, maka bersiap-siaplah menuai kritik bahkan "hujatan". Sebab bukan tidak mungkin publik akan menilainya sebagai kegagalan awal yang akan di ikuti oleh kegagalan-kegagalan lainnya dibelakang hari.
Buka Blokir, Mulai Penanganan Maksimal Dari Sekarang
Rasanya tak ada pilihan lain bagi pemerintah Prabowo-Gibran jika hendak memberikan pelayanan infrastruktur terbaik bagi masyarakat, selain dari segera membuka blokir anggaran dan langsung mulai penanganan dari sekarang.
Masih tersisa banyak waktu jika blokirnya dibuka dari sekarang. Sebab begitu blokir dibuka pun, tidak ujug-ujug penyelenggara jalan langsung bisa menggunakan anggarannya, melainkan perlu juga dipersiapkan semua dokumen pendukungnya agar tidak menjadi temuan auditor bahkan aparat hukum dikemudian hari.
Terkecuali kalau pemerintah memiliki pertimbangan lain untuk tetap tidak membuka blokirnya. Kalau keputusannya seperti itu, sebaiknya pemerintah menyiagakan "para pesulap" yang bisa merubah keadaan semudah membalikkan telapak tangan, "bim-salabim" semua jalan rusak langsung mulus dalam satu malam.
Kenapa Redaksi fokus mengupas soal anggaran penyelenggaraan jalan Kementerian PU yang masih diblokir...?
Ya..., karena jalan nasional diseluruh wilayah Indonesia merupakan jalur utama yang setiap tahun selalu dipadati masyarakat pemudik.
Bayangkan jika angka kecelakaan meningkat akibat jalan rusak...? Sudikah negara bertanggungjawab atas setiap kecelakaan yang terjadi...? Terhadap korban mungkin iya (Jasa Raharja), tapi bagaimana dengan nasib keluarga yang menggantungkan harapan hidupnya pada si korban...?
Sejak memulai perjalanan mudik, setiap pemudik selalu merindukan saat berkumpul dengan sanak saudara di kampung halaman, bersenda-gurau melepas rindu yang lama terpendam. Tapi jika saja dalam perjalanan si pemudik mengalami kecelakaan akibat jalan rusak, maka dipastikan semua angan itu akan sirna. Yang terjadi justeru sebaliknya, semua pasti berduka. Hari bahagia yang di impikan, berubah jadi hari berkabung didepan mata.
Ada baiknya blokir itu segera dibuka, agar para penyelenggara jalan dapat segera bekerja dengan maksimal. Sebab ketika penyelenggara terdepan mampu menyuguhkan layanan yang maksimal, maka nama baik pemerintahan Prabowo-Gibran lah yang akan melejit. Sebaliknya jika layanan infrastruktur kurang maksimal, maka nama baik pemerintahan Prabowo-Gibran juga lah yang dipertaruhkan.***





Komentar
Posting Komentar