Kerusakan Jalan Denpasar-Gilimanuk Didata
BARAK, (Bali)- Cuaca ekstrem yang melanda seluruh wilayah Indonesia sejak akhir tahun 2024 lalu menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur jalan dan jembatan.
Tak terkecuali dengan ruas jalan nasional Denpasar-Gilimanuk yang menjadi perlintasan utama bagi jalur pergerakan roda perekonomian dari Pulau Jawa menuju Bali dan Nusa Tenggara maupun sebaliknya.
Meskipun PPK pemilik ruas terus melakukan berbagai upaya untuk menangani kerusakan yang terus bermunculan, namun tak sepenuhnya bisa tertangani dengan baik, lantaran anggaran pemeliharaan masih diblokir.
"Kami tetap melakukan penanganan meskipun dalam kondisi terbatas. Tapi rupanya cuaca ekstrem mempercepat proses kerusakan, sehingga kami hanya bisa memasang rambu-rambu dan penanganan sementara dulu, agar tidak terlalu membahayakan keselamatan masyarakat pengendara,"
Demikian diungkapkan PPK 1.2 pada Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Bali, I Made Mardita.
Meski demikian, ia meyakinkan, bahwa penanganan jalan akan bisa diselesaikan dengan baik pada Maret 2025 nanti.
"Karena ruas kami menjadi jalur perlintasan utama bagi masyarakat pemudik saat libur lebaran nanti, maka bagaimana pun, begitu anggaran bisa digunakan, kami langsung aksi total di lapangan, agar persiapan jalur mudik bisa maksimal," ungkapnya dilansir detik, Kamis (13/02/2025) kemarin.
Sambil menunggu anggaran bisa digunakan, jelasnya, semua personel PPK 1.2 PJN I Bali terus melakukan pendataan terhadap semua kerusakan yang terjadi, sambil memasang rambu-rambu peringatan, agar pengendara dapat berhati-hati saat melintasi bagian jalan yang rusak.* (Barak)

Komentar
Posting Komentar