Pemangkasan Anggaran Pemeliharaan Jalan Abaikan Keselamatan Pengendara


BARAK, (Jateng)- Akademisi menyayangkan pemangkasan anggaran pemeliharaan jalan yang dilakukan pemerintah sebagai bentuk efisiensi anggaran sesuai instruksi Presiden Prabowo.

Hal itu diungkapkan Akademi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata yang juga merangkap sebagai Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno.

Ia pun meminta dana pemeliharaan (preservasi-red) jalan kembali dianggarkan kembali, mengingat jalan pentingnya menjaga keselamatan masyarakat dalam berkendara.

"Anggaran pemeliharaan harus dianggarkan kembali, asalkan jangan di korupsi," ujarnya dilansir solopos, Minggu (09/02/2025) kemarin.

Pemeliharaan jalan, katanya, perlu dilakukan secara rutin, mengingat tingginya tingkat akibat cuaca hujan.

"Terlebih sudah mendekati musim lebaran. Kondisi jalan harus mantap saat akan dilintasi para pemudik," jelasnya.

Banyaknya pemudik yang biasanya menggunakan kendaraan roda dua, jelasnya, meningkatkan resiko kecelakaan jika kondisi jalannya tidak mantap.

"Musim hujan mempercepat kerusakan jalan, yang jika tidak segera diperbaiki dengan metode preservasi, maka berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas yang memakan korban," ungkapnya.* (Barak)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mutasi 520 Pejabat PU Patut Dievaluasi

Menteri PU Diminta Berani Batalkan SK Mutasi Istimewa

PPK 1.1 Jabar Tutup Lubang Pakai TCM