Ini Dia Tanggapan BPJN Gorontalo Soal Proyek Rusak Pasca PHO


BARAK, (Gorontalo)- Adanya informasi rusaknya proyek bernilai ratusan miliar rupiah pasca Provisional Hand Over (PHO) langsung mendapat tanggapan positif dari jajaran Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Gorontalo.

Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Gorontalo, Jemmy Dunda menjelaskan, jika kerusakan yang terdapat dalam tayangan media tidak termasuk dalam lokasi penanganan efektif paket Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Ia mengungkapkan, jika paket SBSN yang sudah PHO (SBSN-red), yakni Preservasi Ruas Atinggola-Kwandang-Malingkapoto-Isimu, Malingkapoto-Tolango, Kwandang-Pel.Kwandang, dan Sp.Pel.Anggrek-Pel.Anggrek sepanjang 93,79 Km.

"Dari total panjang ruas 93,79 Km, yang masuk dalam penanganan efektif hanya sepanjang 40,33 Km. Sehingga sisanya sepanjang 53,46 Km hanya dilakukan pemeliharaan rutin," jelasnya dalam keterangan resmi yang diperoleh redaksi barak-indo, Jum'at (14/03/2025).

Sementara lokasi yang ditampilkan dalam pemberitaan, lanjutnya, merupakan lokasi yang termasuk dalam penanganan rutin, tidak termasuk dalam lokasi efektif.

"Dan kerusakan dilokasi tersebut sudah ditangani sementara oleh PPK 2.1 dengan penghamparan agregat kelas A yang selanjutnya akan ditutup menggunakan aspal," ungkapnya.

Kerusakan dilokasi tersebut, jelasnya lagi, timbul akibat cuaca hujan dengan intensitas tinggi sepanjang Januari-Maret 2025 ini.

"Curah hujan tinggi sepanjang Januari-Maret menimbulkan lubang-lubang baru disejumlah titik. Tapi lubang-lubang tersebut saat ini sedang ditangani, seperti kerusakan-kerusakan ringan pada lokasi efektif dilakukan pemeliharaan oleh penyedia jasa, dan dilokasi pemeliharaan rutin oleh PPK 2.1," pungkasnya.* (Barak)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mutasi 520 Pejabat PU Patut Dievaluasi

Menteri PU Diminta Berani Batalkan SK Mutasi Istimewa

PPK 1.1 Jabar Tutup Lubang Pakai TCM