Kabalai Monev Kesiapan Posko Mudik PJN II Lampung
BARAK, (Lampung)- Tak ingin Posko Siaga Sapta Taruna Mudik yang dibangun jajarannya hanya sekedar posko standar, terlebih jika sampai tidak menyediakan layanan prima bagi masyarakat pemudik, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung, Susan Novelia ST., MT pun menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev).
Monev sendiri dilakukan untuk mengamati perkembangan sekaligus menilai kinerja jajarannya dalam menyediakan layanan selama musim mudik lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah tahun 2025 yang saat ini tengah berlangsung.
Kehadiran salah satu srikandi terbaik Direktorat Jenderal Bina Marga (DJBM) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) itu langsung disambut antusias oleh jajaran Satker dan PPK pada lingkungan Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Lampung.
Susan pun langsung masuk kedalam Posko untuk mengecek kesiapan fasilitas pendukung yang disediakan jajarannya.
Dan didalam memang nampak fasilitas seperti tempat istirahat yang cukup nyaman bagi pemudik yang hendak mampir dan sejenak melepas lelah, ada air mineral dan minuman penambah energi, fasilitas karaoke hingga tukang pijat profesional.
Salah seorang petugas Posko pun terlihat menjelaskan segalanya kepada Kabalai yang nampak begitu dekat dengan jajarannya tersebut.
Kepala Satker PJN Wilayah II Lampung, Toto Suharto mengungkapkan, pihaknya berupaya maksimal menyediakan layanan terbaik bagi masyarakat selama musim mudik berlangsung.
"Kami bersama teman-teman PPK berupaya melakukan yang terbaik untuk mendukung kelancaran arus mudik lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah. Masyarakat pemudik bisa mampir dan menggunakan semua fasilitas di Posko kami dengan gratis," ujarnya dalam keterangan resmi yang diperoleh redaksi barak-indo, Sabtu (29/03/2025).
Tak hanya kesiapan fasilitas pendukung dan personil jaga Posko saja, PJN Wilayah II Lampung juga menyiagakan material dan kendaraan pendukung, yang setiap saat bisa dioperasikan dengan cepat jika terdapat kejadian yang tidak di inginkan, seperti bencana banjir dan tanah longsor.
"Pantauan dilakukan 24 jam sehari. Jika terdapat kejadian yang tidak diharapkan, personel dan peralatan kami akan langsung bergerak menuju lokasi dalam waktu singkat," tandasnya.* (Barak)



Komentar
Posting Komentar