BPBD Nunukan: Banyak Titik Jalan Nasional Rusak Tak Tertangani
BARAK, (Kaltara)- Efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat dinilai berpengaruh besar terhadap penanganan jalan nasional di daerah. Banyak titik jalan yang rusak berlubang dan longsor tidak tertangani dengan baik.
Hal itu diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, Arief Budiman.
Efisiensi, lanjutnya, berdampak langsung pada penanganan berbagai infrastruktur jalan dan jembatan kewenangan pemerintah pusat, mulai dari kerusakan karena usia dan gilasan roda kendaraan hingga longsoran.
"Efisiensi anggaran membuat Balai tidak bisa maksimal menangani setiap kerusakan yang muncul," ungkapnya.
BPBD, jelasnya, hanya bisa berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Balai.
"Kerusakan sudah menahun. Tambah lagi curah hujan tinggi menyebabkan longsor. Kami terus suarakan persoalan ini ke pemerintah pusat, agar kebutuhan warga akan infrastruktur diperhatikan pemerintah pusat," tegasnya.
Pertengahan April 2025 ini, pihaknya akan kembali ke Jakarta bersama DPRD Nunukan.
"Tahap awal baru sharing informasi, karena Bappenas minta ada pertemuan untuk membahas detail persoalannya," katanya.
Ia juga menjelaskan, akibat bencana banjir dan tanah longsor, sejumlah jembatan terputus, harga sembako jadi mahal, karena sawah warga juga rusak.
"Meskipun jalur dari Krayan Selatan menuju Krayan Tengah sudah diperbaiki, namun pemblokiran dana membuat penanganan jadi lambat," ujarnya menambahkan, jalan longsor di Krayan Tengah dan Krayan Timur sekitar 50 meter.* (Barak)

Komentar
Posting Komentar