"Operasi" Pembunuhan Karakter Orang-Orang Dekat Presiden...!

Catatan Redaksi


DALAM beberapa hari belakangan ini, diberbagai platform media sosial telah muncul isu yang sekilas nampak hendak melemahkan kekuatan Presiden Prabowo Subianto.

"Operasi Senyap" itu dimulai dengan menyasar orang-orang penting di lingkaran Presiden, seperti Sufmi Dasco Ahmad, Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin hingga Hashim Djojohadikusumo.

Seperti diungkap pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah, untuk menjatuhkan popularitas Presiden Prabowo, manuver politik tidak sehat itu dimulai dengan terlebih dahulu menghancurkan satu per satu orang-orang kepercayaannya.

Elektoral dan posisi politik Presiden Prabowo yang kuat, membuatnya tidak bisa "diserang" secara langsung. Satu-satunya jalan dengan melumpuhkan orang-orang terdekatnya, kelak kekuatannya akan melemah dengan sendirinya.

Contohnya "serangan" terhadap Wakil Ketua DPR-RI, Sufmi Dasco, nampak sekali bagian dari skenario besar itu tengah dijalankan.

Framing lewat pemberitaan yang mengait-ngaitkan Sufmi Dasco dengan pengelolaan Judi Online (Judol) di Kamboja membuat publik memandang, bahwa "Operasi Jahat" tengah dijalankan. Hanya karena Sufmi Dasco pernah menjadi Komisaris di MNC Digital yang kebetulan menjalin kerjasama dalam beberapa bidang properti dengan perusahaan di Kamboja, yang kebetulan juga diantaranya ada yang terafiliasi dengan Judol, maka isu Judol-pun segera di framing ada keterkaitan dengannya.

Kembalikan LPG 3 Kg & Percepat Pengangkatan CASN

Tapi meskipun serangan demi serangan terus dihembuskan, namun publik tetap pada pendirian memberikan kesempatan pada orang-orang terdekat Presiden Prabowo berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi pembangunan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Publik tidak akan pernah lupa pada hal-hal baik yang pernah dilakukan tokoh seperti Sufmi Dasco bagi rakyat.

Publik tak akan melupakan bagaimana Sufmi Dasco mengambil peran penting dalam menyelesaikan persoalan LPG 3 Kg beberapa waktu lalu. Dengan intensnya ia mengkoordinasikan persoalan yang dihadapi rakyat kepada Presiden Prabowo terkait perubahan pola distribusi yang membuat LPG 3 Kg langka.

Alhasil, Presiden pun langsung menginstruksikan kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan jajarannya, agar memberikan izin kepada pengecer menjual LPG 3 Kg seperti biasa dengan harga yang ditentukan pemerintah.

Publik juga tak akan mudah melupakan perannya dalam percepatan pengangkatan CASN, baik CPNS maupun CPPPK.

Terkait CASN, Sufmi Dasco memimpin langsung serangkaian pertemuan dengan pemerintah, hingga akhirnya pemerintah memutuskan untuk mempercepat pengangkatan CPNS dan CPPPK.***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mutasi 520 Pejabat PU Patut Dievaluasi

Menteri PU Diminta Berani Batalkan SK Mutasi Istimewa

PPK 1.1 Jabar Tutup Lubang Pakai TCM