Penanganan Ruas Piru-Taniwel Tetap Maksimal Meski Dalam Kondisi Serba Terbatas
BARAK, (Maluku)- Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Provinsi Maluku dan jajaran nampak terus memaksimalkan penanganan ruas jalan nasional Piru-Taniwel di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).
Hal itu setidaknya tergambar dari keseriusan pemeliharaan jalan sepanjang 106 Km tersebut, baik dengan metode holding, patching hingga penanganan bahu jalan dan drainase.
"Begitu pula untuk penanganan pada bagian jalan di daerah sesar atau patahan yang merupakan fenomena retakan dipermukaan bumi, PPK 1.4 selaku penanggungjawab ruas terus melakukan pemantauan dan pemeliharaan untuk memastikan jalan tetap fungsional dan arus lalu lintas tidak terganggu."
Hal itu diungkapkan Kepala Satker PJN Wilayah I Maluku, Mitho, dalam keterangan persnya yang diperoleh redaksi barak-indo, Kamis (17/04/2025).
Ia juga memastikan, pihaknya akan terus berupaya yang terbaik dalam menyediakan layanan infrastruktur jalan dan jembatan yang layak, aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya di Kab SBB dan Maluku pada umumnya.
"Kami komitmen, lubang yang bermunculan seiring cuaca ekstrim tidak boleh lebih dari 24 jam, harus langsung di tutup. Kami harus memastikan masyarakat dapat melintas dengan nyaman," tegasnya.
Sementara untuk penanganan permanen jalan sekitar 600-an meter didaerah sesar, hingga saat ini masih terus dilakukan kajian oleh tim teknis dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku yang meliputi unsur perencana dan pelaksana, termasuk tim BGTS dari pusat.
"Karena itu daerah patahan, maka kajian perlu dilakukan terlebih dahulu sebelum penanganannya," ungkap Mitho.
Meskipun belum ada alokasi anggaran untuk kajian teknisnya, lanjut mantan Kepala Satker PJN Wilayah I Kepri tersebut, namun hasil sementara dari kajian yang dilakukan tim Balai bisa diterapkan untuk penanganan sementara.
"Bagaimanapun, jalan harus tetap fungsional sepanjang tahun. Makanya PPK perlu masukan dari tim teknis meskipun baru untuk kegiatan menjaga kondisi jalan tetap layak dan aman dilintasi," ucapnya.
Seperti diketahui, pada tahun anggaran 2025 ini, PPK 1.4 mendapat alokasi anggaran sekitar Rp 800 juta untuk penanganan ruas Piru-Taniwel sepanjang 106 Km.
Meskipun publik menilai alokasi anggaran sebesar itu untuk penanganan jalan dengan panjang diatas 100 Km belumlah sepadan, namun Satker dan PPK terkait mampu membuktian komitmennya menjaga kondisi jalan hingga saat ini tetap layak, aman dan nyaman bagi masyarakat pengendara.* (Barak)



Komentar
Posting Komentar