BPJT: Tol KLBM Perkuat Konektivitas Perekonomian Lokal
BARAK, (Jatim)- Kehadiran jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) membawa dampak yang signifigkan bagi pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Provinsi Jawa Timur (Jatim).
Tol KLBM, dari catatan singkat Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), menjadi ruas strategis yang mempercepat mobilitas, menunjang distribusi barang dan logistik dari kawasan industri, sekaligus mempermudah akses menuju berbagai destinasi wisata di Kabupaten Gresik bagian barat.
"Dengan waktu tempuh yang hanya sekitar 35 menit, kehadiran Tol ini turut mengurangi kemacetan pada jalur non-tol sekaligus memperkuat konektivitas perekonomian lokal," tulis BPJT dalam laman Instragramnya, Jum'at (16/05/2025) kemarin.
Diketahui, Tol KLBM sepanjang 38,39 Km yang beroperasi sejak 28 November 2020 dikelola oleh PT Waskita Bumi Wira.
Pada ujung Utara, Tol KLBM terkoneksi dengan Tol Tuban-Gresik, Surabaya-Gresik, Simpang Susun Manyar, Simpang Susun Bunder, Simpang Susun Cerme, Simpang Susun Kedamean, Junction Wringinanom Ramp Krian.
Sementara pada ujung selatan, Tol KLBM terkoneksi dengan ruas Tol Surabaya-Mojokerto dan jalan raya Bypass Krian.
Selain itu, Tol ini juga menjadi penghubung dua kawasan industri utama di Jatim, yakni di Kab Gresik dan Sidoarjo yang membentuk kawasan Metropolitan Surabaya Raya. Jalan Tol ini pun terintegrasi dengan kawasan industri dan pelabuhan terpadu di Gresik.
Yang unik, meskipun menggunakan nama Krian di Sidoarjo dan Manyar di Gresik, namun kedua ujung jalan Tol KLBM tidak berada di dua Kecamatan tersebut, namun berada di Kec Bolongbendo dan Kebomas.* (Barak)

Komentar
Posting Komentar