DJBM Diminta Serius Tangani Jalan Nasional di Jabar

Sudah Banyak Korban Berjatuhan


BARAK, (Jabar)- Tingginya angka kecelakaan akibat jalan rusak, khususnya jalan nasional diwilayah Provinsi Jawa Barat (Jabar) dalam beberapa waktu belakangan ini, membuat publik meminta Direktorat Jenderal Bina Marga (DJBM) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) lebih serius lagi memperbaiki setiap kerusakan yang terjadi.

Terkini, kerusakan pada ruas Cianjur-Sukabumi disekitaran jembatan Ciganda, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi dikhabarkan telah memakan banyak korban, bahkan dalam semalam saja sampai menyebabkan tiga kecelakaan sekaligus.

"Kecelakaan akibat jalan rusak itu hal serius. Semoga saja bukan gambaran dari ketidakmampuan penyelenggara negara dalam melindungi rakyat, bahkan sekedar dari bahayanya jalan rusak."

Demikian Koordinator Divisi Investigasi dan Pelaporan Barak, M Deddy H menanggapi isu banyaknya korban celaka akibat kerusakan jalan nasional di wilayah Jabar dalam beberapa hari terakhir.

Lebih jauh, ia berharap sikap "abai" penyelenggara negara terhadap nasib warga yang bertaruh keselamatan di jalan rusak, tidak sampai mempermalukan pemerintah pusat.

"Jangan sampai publik mempertanyakan kemampuan pemerintahan Prabowo-Gibran dalam melindungi segenap bangsa dari berbagai ancaman, sementara menjamin keselamatan dalam berkendara saja masih rendah. Kasus ini saja seperti tamparan telak dibola mata pemerintah," sesalnya.

Ia juga menjelaskan, kerusakan jalan nasional di Jabar bukan hanya pada ruas Cianjur-Sukabumi, namun hal sama juga terjadi pada ruas lainnya, seperti jalur selatan dari arah Sukabumi yang mengarah ke Ujung Genteng menuju Cianjur (Cidaun), Garut selatan, Tasikmalaya (Cipatujah) bahkan hingga Pangandaran.

Pada ruas tersebut, lanjutnya, selain ancaman dari puluhan titik longsoran yang sangat berbahaya dan belum tertangani dengan baik, masih banyak pula ditemukan jalan ambles (penurunan setempat), bergelombang, retak-retak hingga berlubang yang menjadi ancaman tersendiri bagi masyarakat pengguna jalan.

Tidak tertanganinya berbagai jenis kerusakan tersebut, jelasnya, bisa karena minimnya alokasi anggaran, dan bisa juga karena kurang gesitnya pejabat penyelenggara jalan terkait.

"Sebab itulah kami minta DJBM lebih serius lagi dalam menangani kerusakan jalan nasional di Jabar. Sudah cukup korban berjatuhan, jangan menunggu lebih banyak lagi. Setiap kejadian pasti dimintai pertanggungjawaban. Takutlah pada Tuhan," tandasnya.* (Barak)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mutasi 520 Pejabat PU Patut Dievaluasi

Menteri PU Diminta Berani Batalkan SK Mutasi Istimewa

PPK 1.1 Jabar Tutup Lubang Pakai TCM