Menteri PU: Penanganan Ruas Lubuk Selasih-Surian Tergantung Pembebasan Lahan
BARAK, (Sumbar)- Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan, penanganan ruas jalan nasional Lubuk Selasih-Surian di Kawasan Aie Dingin, tergantung pada proses pembebasan lahan yang dilakukan Pemprov Sumatera Barat (Sumbar).
"Kami sudah siapkan anggaran sebesar Rp 296,5 miliar untuk penanggulangan semua kerusakan dikawasan ini. Tapi penanganan tergantung pada pembebasan lahan," ujarnya.
Hal itu diungkapkan Menteri Dody saat meninjau kondisi jalan penghubung Kabupaten Solok dengan Solok Selatan tersebut.
Opsi pembukaan jalur baru, katanya, tengah dikaji, agar tidak menggangu aktivitas perekonomian, terutama sektor pertambangan.
Menanggapi hal itu, Gubernur Sumbar, Mahyeldi mengatakan, pihaknya akan berupaya menyelesaikan proses pembebasan lahan dalam waktu 14 hari.
"Pak Menteri memberi waktu selama empat bulan, tapi saya tantang semua pemgkat daerah untuk menyelesaikanmya dalam waktu dua minggu, agar pekerjaan bisa segera dimulai," ungkapnya.
Sementara Bupati Solok, Jon Firman Pandu, menyambut baik proyek yang menggambarkan wujud perhatiannya pemerintah pusat terhadap pembangunan daerah.
Anggota DPR RI, Andre Rosiade sendiri komitmen mengawal pekerjaan tersebut agar tidak berlarut-larut.
"Setelah trase baru dibuka pada jalur jembatan sementara, anggaran mungkin bisa langsung cair. Ini perlu dukungan dari masyarakat," ucapnya dilansir padek, Sabtu (03/05/2025) kemarin.
Diketahui, Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar berencana memulai pembangunan jembatan permanen di tiga titik rawan longsor sepanjang 97,85 meter.
Rencananya pekerjaan akan dimulai pada akhir Mei 2025 ini. Meski demikian, pekerjaan hanya bisa dimulai jika lahan sudah dibebaskan.* (Barak)

Komentar
Posting Komentar