Negara Kemana...? Warga Royongan Perbaiki Jalan Nasional


BARAK, (Kaltara)- Parahnya kerusakan jalan nasional penghubung Long Midang di Krayan Induk dan Krayan Tengah hingga Malinau di Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), membuat kendaraan roda empat hampir mustahil bisa melintasinya.

Lantaran keluhannya belum juga didengar oleh pemerintah, dan tak ingin hidup terisolasi dari dunia luar, masyarakat setempat gotong-royong perbaiki jalan menggunakan dana hasil swadaya dari masyarakat sendiri.

Liantoni, Camat Krayan Timur mengungkapkan, kerusakan jalan sudah sangat menyulitkan masyarakat, terutama untuk distribusi barang kebutuhan pokok.

"Rusaknya parah banget, gak bisa dilintasi kendaraan, jangankan roda empat, roda dua pun sulit. Makanya masyarakat inisiatif perbaiki sendiri," katanya dilansir detik, Senin (28/04/2025) kemarin.

Ia juga menyatakan kebingungannya melapor kemana, lantaran jalan tersebut merupakan jalan nasional.

"Ini jalan nasional. Mau lapor kemana," ungkapnya.

Selama dua pekan terakhir, lanjutnya, masyarakat melakukan perbaikan secara swadaya, dengan mengumpulkan dana untuk biaya bahan bakar, penyewaan ekskavator dan kebutuhan lainnya, termasuk konsumsi pekerja.

"Biaya yang dikeluarkan masyarakat untuk perbaikan sekitar 20 Km jalan yang rusak parah, diperkirakan mencapai Rp 30 juta. Semua dana bersumber dari swadaya masyarakat, tidak ada bantuan dari pemerintah," ucapnya.

Royongan tersebut, jelasnya, melibatkan sekitar 34 orang pekerja, mulai dari warga yang setempat, supir kendaraan roda empat, termasuk staf kecamatan. Warga membuat semacam rel dari kayu, dan melakukan penguatan agar bisa dilintasi kendaraan.

"Kasihan masyarakat. Kami usaha sendiri sambil menunggu respon dari pemerintah," harapnya.

Liantoni juga menyampaikan kekecewaan masyarakat terhadap janji pemerintah, baik presiden Jokowi maupun Gubernur yang akan mengoperasikan jalan itu sebelum masa jabatannya berakhir.

"Nyatanya sampai sekarang tidak ada tindakan nyata, kami pasrah. Kami juga sudah menyampaikan persoalan ini ke Kabupaten, Provinsi hingga pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kaltara. Tapi sampai sekarang tidak ada tanggapan. Masyarakat bingung mau mengadu kemana lagi," sesalnya.* (Barak)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mutasi 520 Pejabat PU Patut Dievaluasi

Menteri PU Diminta Berani Batalkan SK Mutasi Istimewa

PPK 1.1 Jabar Tutup Lubang Pakai TCM