Percepat Pembangunan, Jembatan Air Asuk Diusulkan Masuk Paket MYC


BARAK, (Kepri)- Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kepulauan Riau (Kepri) dan jajaran terus mengupayakan percepatan pembangunan Jembatan Gantung Air Asuk di Desa Lidi dan Air Asuk, Kabupaten Kepulauan Anambas.

Upaya itu salah satunya terlihat dari getolnya Satker/PPK terkait mengusulkan pembangunan lewat skema Multy Years Contract (MYC).

Diketahui, sejak awal pembangunan Jembatan Gantung Air Asuk merupakan bagian dari program tahun jamak yang dimulai pada TA 2023.

Tahap awal, kegiatan difokuskan pada pembangunan struktur bawah dengan nilai kontrak sebesar Rp 6,167 miliar.  Begitu pula untuk bangunan bagian atas yang pada tahun 2024 dialokasikan anggaran sekitar Rp 4,680 miliar.

Namun dalam pelaksanaan, kegiatan pembangunan yang bisa dikerjakan sesuai target baru pada bagian pekerjaan yang direncanakan sesuai alokasi anggaran pada TA 2023. Sementara untuk TA 2024 pekerjaan belum terlaksana akibat keterbatasan anggaran.

Untuk mempercepat proses pembangunan yang telah direncanakan, radaksi barak-indo mendapatkan informasi, TA 2025 ini pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 8,98 miliar untuk melanjutkan pembangunan yang tertunda, dengan estimasi waktu pelaksanaan selama 10 bulan.

Namun karena blokir anggaran baru dibuka pada April 2025 lalu, dan perkiraan waktu pelaksanaan akan melampaui satu tahun anggaran, maka Balai kembali mengajukan izin kontrak tahun jamak untuk menjamin kesinambungan pembangunan jembatan, hingga kelak bisa membawa nilai manfaat bagi konektivitas dan mobilitas masyarakat lokal.* (Barak)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mutasi 520 Pejabat PU Patut Dievaluasi

Menteri PU Diminta Berani Batalkan SK Mutasi Istimewa

PPK 1.1 Jabar Tutup Lubang Pakai TCM