Zero Odol: Akan Terwujud Atau Sekedar Mimpi...?
Catatan Redaksi
KERUSAKAN yang timbul akibat masih terus beroperasinya kendaraan Over Dimension Over Load (Odol), memaksa negara merogoh kocek dalam-dalam untuk biaya penanganannya.
Setiap tahun, setidaknya Rp 41 triliun uang rakyat terbuang percuma hanya untuk memperbaiki infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak akibat Odol, terlebih dengan semakin bertambahnya jumlah kendaraan Odol setiap tahunnya.
"Setidaknya negara harus mengeluarkan Rp 41 triliun setiap tahun untuk preservasi jalan akibat Odol," ungkap Ketua Komisi V DPR-RI Lasarus di Jakarta, Kamis (08/05/2025) kemarin.
Selama ini, sejumlah media masa dan aktivis gencar menyuarakan penertiban kendaraan Odol, lantaran daya rusaknya yang teramat kuat. Namun suara itu seakan hilang ditelan deru kendaraan Odol yang meraung-raung di jalan umum.
Dan sekarang, suara itu kembali digaungkan oleh pemerintah dan DPR, karena dari hasil uji petik dilapangan, kendaraan Odol kerap melintas di jalan yang kekuatan Muatan Sumbu Terberat (MST) hanya 13 ton dengan muatan hingga 50 ton. Akibatnya, tak hanya jalan nasional, namun jalan tol juga mengalami penurunan kualitas Standar Pelayanan Minimal (SPM)-nya.
Baik DPR maupun pemerintah, sama-sama mendorong penertiban kendaraan Odol dilaksanakan lebih cepat, agar tidak lagi menyusahkan masyarakat pengguna jalan lainnya.
Disamping menjadi penyebab utama kerusakan jalan dan jembatan selain bencana dan cuaca yang tidak menentu, kendaraan Odol juga menjadi penyebab kemacetan pada jalur-jalur vital, serta penyebab kecelakaan lalu lintas tertinggi setelah kendaraan roda dua.
Sebagai langkah konkrit, pemerintah berencana memberikan insentif bagi pelaku usaha yang tidak menggunakan kendaraan Odol untuk angkutan logistiknya.
Begitu pula dengan pelaku usaha yang tetap menggunakan kendaraan Odol untuk angkutan logistiknya, pemerintah berencana mengenakan disinsentif.
Namun yang menjadi pertanyaan, akankan kendaraan Odol bisa ditertibkan...? Atau jangan-jangan hanya akan jadi sekedar mimpi...? Mengingat adanya pelaku usaha yang menggunakan kendaraan Odol merupakan orang-orang kuat yang bercokol dalam lingkaran kekuasaan...!***

Komentar
Posting Komentar