Mantap, BPJN Banten Tangani Ruas Simpang-Bayah


BARAK, (Banten)- Gilasan roda kendaraan tronton dan berbagai jenis kendaraan Over Dimension Over Load (Odol) membuat Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten harus melakukan penanganan ekstra terhadap beberapa ruas jalan utama (nasional) di Provinsi Banten. Tak terkecuali dengan ruas jalan Simpang-Bayah.

Beratnya proses penanganan jalan dan jembatan ditengah efisiensi anggaran yang sedang berlangsung, terlebih bagi ruas rawan terdampak bencana, membuat PPK 2.3 dibawah Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Banten harus berpacu dengan waktu, agar masyarakat pengendara bisa memperoleh layanan infrastruktur yang layak, aman dan nyaman sepanjang tahun.

Ibarat gayun bersambut, perjuangan BPJN Banten dan jajaran membuahkan hasil yang memuaskan. Penanganan jalan Simpang-Bayah pun akhirnya terkontrak dengan penanganan preservasi TA 2025 senilai Rp 43,7 miliar.

"Alhamdulillah, ruas Simpang-Bayah sudah terkontrak, dan sekarang proses pengerjaan sedang berlangsung," ujar PPK 2.3 pada Satker PJN Wilayah II Banten, Zakaria, kepada redaksi barak-indo via sambungan seluler, Kamis (26/06/2025).

Informasi terhimpun, pekerjaan Preservasi Jalan Simpang-Bayah dikerjakan oleh PT Tureloto Batu Indah selama 231 hari kalender.

"Kita doakan, selama proses pekerjaan berlangsung cuacanya mendukung, agar pekerjaan bisa dirampungkan tepat waktu dan tepat mutu," ungkapnya.

Koordinasi dengan semua pihak terkait, mulai dari Kepolisian hingga Dishub pun terus dilakukan, terutama untuk kelancaran arus lalu lintas selama pekerjaan berlangsung.

"Kami tak henti-hentinya berupaya melakukan yang terbaik bagi masyarakat. Karena kami selalu berpegang teguh pada prinsip dasar, bahwa infrastruktur jalan yang baik memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi, memperlancar arus barang, jasa, dan manusia, sehingga meningkatkan konektivitas antar wilayah dan mempermudah akses ke berbagai sektor ekonomi. Hal ini berdampak positif pada peningkatan produktivitas, investasi, perdagangan, dan pada akhirnya pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan," tandasnya.* (Barak)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mutasi 520 Pejabat PU Patut Dievaluasi

Menteri PU Diminta Berani Batalkan SK Mutasi Istimewa

PPK 1.1 Jabar Tutup Lubang Pakai TCM