WIKA Berdayakan Naker Lokal Dalam Proyek RJN Pelabuhan Kijing
Progres Fisik 59 Persen
BARAK, (Kalbar)- Menyambut program pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal dalam setiap proyek konstruksi pemerintah, PT Wijaya Karya (WIKA) Persero Tbk berupaya maksimal menyerap Tenaga Kerja (Naker) lokal dalam pengerjaan proyek Relokasi Jalan Nasional (RJN) dikawasan Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).
Direktur Utama (Dirut) PT WIKA (Persero) Tbk, Agung Budi Waskito mengungkapkan, dari total pekerja yang direkrut, pihaknya menyerap sekitar 44 persen Naker lokal.
"Keterlibatan masyarakat lokal tidak hanya terbatas pada pekerjaan fisik saja, tapi termasuk juga dalam partisipasi aktifmenyampaikan masukan kepada tim proyek, baik lewat forum diskusi formal maupun informal," ujarnya.
Pria yang akrab disapa BW (Budi Waskito- red) itu juga menjelaskan komitmen pihaknya dalam mewujudkan proyek infrastruktur yang membawa dampak baik secara langsung bagi masyarakat Mempawah dan sekitarnya.
"Targetnya bukan hanya sebatas meningkatkan kelancaran arus transportasi, tapi kesiapan masyarakat untuk terlibat secara langsung dalam geliat perekonomian lewat kehadiran Pelabuhan Kijing dan proyek-proyek strategis lainnya juga harus dipastikan," ungkapnya dilansir kontan kemarin.
Selain itu, pihaknya juga berupaya mendorong kompetensi masyarakat lokal dibidang infrastruktur.
"Selain menghindari konflik jalur dalam area Pelabuhan, proyek ini sekaligus menjamin konektivitas jangka panjang yang lebih aman dan efisien dalam mendukung pertumbuhan wilayah," terangnya menambahkan, jalan nasional yang tengah dibangun tersebut menjadi pondasi penting dalam mendukung integrasi kawasan pelabuhan dengan jalur distribusi darat.
Progres Fisik Sudah 59 Persen
Diketahui, progres fisik proyek Relokasi Jalan Nasional (RJN) kawasan Pelabuhan Kijing hingga awal Juni 2025 ini sudah mencapai 59 persen.
Dalam pelaksanaannya, proyek itu mengusung inovasi konstruksi, seperti penggunaan jackdril hammer, metode penduduk pemancangan Prefabricated Vertical Drain (PVD) pada area timbunan dengan daya dukung tanah tinggi (CBR 100 persen).
Inovasi tersebut dinilai mampu mempercepat proses pemadatan tanah untuk mendukung stabilitas konstruksi pada medan jalan yang kompleks.* (Barak)


Komentar
Posting Komentar