BPJT Dukung Penanganan Odol & Aktif Pantau Pemenuhan SPM Oleh BUJT
BARAK, (Banten)- Hingga saat ini, Kendaraan Over Dimension Over Load (Odol) masih menjadi momok bagi penyelenggaraan infrastruktur jalan dan jembatan di tanah air.
Pasalnya, selain memiliki daya rusak yang luar biasa terhadap jalan dan jembatan yang dilintasinya, kendaraan Odol juga menjadi salah satu faktor terjadinya kecelakaan dan kemacetan di jalan raya.
Karenanya, Kementerian PU bersama Komisi V DPR-RI mendorong optimalisasi jembatan timbang, seperti pada ruas jalan Tol Tangerang-Serang-Merak (TSM).
Dalam kunjungan spesifiknya di ruas Tol TSM, Wakil Ketua Komisi V DPR-RI, Roberth Rouw mengatakan, pengawasan terhadap kendaraan Odol menjadi penting, lantaran bisa menimbulkan kerugian bagi negara, termasuk potensi kecelakaan lalu lintas.
"Layanan yang baik tidak hanya diukur dari pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), tapi termasuk penanganan terhadap kendaraan Odol. Ini perlu menjadi perhatian serius dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), agar masyarakat memperoleh layanan yang baik," ujarnya.
Menanggapi hal itu, Sekretaris BPJT, Apri Artoto, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung penanganan terhadap kendaraan Odol.
"Kami komitmen mendukung penanganan terhadap kendaraan Odol, dan terus melakukan pemantauan terhadap pemenuhan SPM oleh BUJT," tegasnya.
Sementara Direktur Operasi PT Marga Mandala Sakti mengungkapkan, jika PT MMS melaksanakan pengawasan terhadap kendaraan Odol lewat pengoperasian jembatan timbang di tiga gerbang Tol.
"Sebagai langkah preventif, pengawasan kami lakukan menggunakan jembatan timbang di tiga gerbang Tol," jelasnya.* (Barak)

Komentar
Posting Komentar