Material Hotmix Jalan Nasional di Bengkulu Dipertanyakan


BARAK, (Bengkulu)- Kerusakan berulang pada ruas jalan nasional di Desa Air Meles Atas, Kecamatan Selupu, Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, membuat publik mempertanyakan kualitas aspal yang digunakannya untuk perbaikannya.

Pasalnya, meskipun sudah sering diperbaiki, namun kerusakan selalu terjadi pada titik yang sama. Hal itulah yang membuat publik menilai pekerjaan tidak sesuai standar spesifikasi yang ditetapkan.

Masyarakat pun meminta pemerintah menindaklanjuti hal tersebut untuk memastikan dana pemeliharaan jalan tepat sasaran.

Warga menduga, material hotmix yang digunakan diproduksi secara mandiri oleh pihak pelapor, bukan berasal dari pabrik resmi AMP.

Hal itu terindikasi dari penuturan salah seorang warga yang bermukim disekitar lokasi proyek, seperti dilansir suaralira, kemarin.

Ia mengatakan, pihaknya mendapati tumpukan material sisa kormeling, drum asphalt, termasuk sisa pembakaran yang disinyalir digunakan untuk memproduksi hotmix secara manual.

Kondisi jalan yang kembali rusak meskipun baru diperbaiki juga semakin memperkuat dugaan warga, bahwa material hotmixnya tidak berkualitas standar.

"Kami kecewa dengan praktik pekerjaan yang seperti ini. Pelaksana seakan tidak peduli dengan keselamatan masyarakat pengguna jalan," ungkap salah seorang warga lainnya.

Sementara pihak pelaksana sendiri, Jumadi mengaku, material yang ditemukan warga merupakan sisa dari proyek lain yang tidak terkait dengan proyek jalan nasional.

"Kami menggunakan hotmix dari Selamet Group. Kami tidak memproduksinya secara mandiri. Material yang ditemukan dilokasi merupakan sisa proyek terdahulu," ungkapnya.

Wargapun meragukan pengakuan pihak pelaksana, lantaran tidak adanya bukti yang menguatkan bahwa hotmix yang digunakan dipasok dari AMP resmi.

Dugaan penggunaan material tidak sesuai standar itu, membuat publik memandang lemahnya pengawasan dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu dan jajaran.* (Barak)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mutasi 520 Pejabat PU Patut Dievaluasi

Menteri PU Diminta Berani Batalkan SK Mutasi Istimewa

PPK 1.1 Jabar Tutup Lubang Pakai TCM