Jalan Nasional Fef-Miyah Rusak Berat, Hambat Warga Hadiri Upacara 17 Agustus
BARAK, (Papua Barat)- Kondisi jalan nasional Fef-Miyah di Tambrauw, Papua Barat Daya yang rusak berat, membuat warga tak bisa menghadiri upacara 17 Agustus nanti.
Hal itu pun menjadi sorotan dari berbagai lapisan masyarakat lokal, salah satunya Wakil Sekretaris Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Provinsi Papua Barat Daya, Nicodemus Momo.
Rusaknya akses vital tersebut, katanya, menghambat aktifitas masyarakat, termasuk menjelang peringatan upacara HUT RI ke-80 nanti.
"Sejatinya warga Tambrauw pun memiliki hak yang sama untuk mendapatkan layanan infrastruktur yang memadai, seperti juga warga negara didaerah lainnya," ujarnya.
Ia pun meminta Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, memerintahkan Dinas PUPR untuk memperbaiki kerusakan yang ada.
"Kami minta Gubernur segera memperbaiki jalan nasional Fef-Miyah, agar akses vital masyarakat terbuka lagi," tegasnya.
Tak hanya Gubernur, Nicodemus juga meminta Bupati Tambrauw, Yaskiel Yesnat mengerahkan alat berat dan memanfaatkan dana pemeliharaan untuk perbaikan jalan tersebut.
"Dibeberapa titik jalan mengalami rusak berat. Kami berharap semuanya segera ditangani dengan baik," ungkapnya.
Kerusakan jalan itu, jelasnya, berdampak serius terhadap aktivitas masyarakat Distrik Sekebar Raya, Miyah Raya hingga Ireres yang nanti akan mengikuti upacara 17 Agustus di Feef.
"H-5 jelang HUT RI, masyarakat terancam tak bisa ikuti upacara karena terkendala jalan rusak berat, dan mobil pun tak bisa melintas," tandasnya dilansir tribunsorong, Senin (11/08/2025) kemarin.* (Barak)

Komentar
Posting Komentar