Gesitnya BPJN Maluku Tangani Kerusakan Ruas di Kota Ambon


BARAK, (Maluku)- Kegesitan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku dan jajaran dalam merespon setiap persoalan yang dihadapi dalam penyelenggaraan jalan dan jembatan nasional yang menjadi kewenangannya tak perlu diragukan lagi.

Seperti yang dilakukan Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Maluku, Kamis (11/09/2025) malam pada bagian jalan yang mengalami kerusakan disekitaran Lantamal Halong.

PPK 1.1 pada Satker PJN Wilayah I Maluku nampak menggelar aspal hotmix setelah sebelumnya dilakukan pengupasan dan pembersihan bagian jalan yang mengalami kerusakan.

PPK 1.1, Pegy Hehanusa, ST, MT, dalam keterangan persnya menjelaskan, kendala yang dihadapi pihaknya sepanjang Februari hingga Agustus 2025, yakni hujan dengan intensitas tinggi.


"Hampir setiap hari hujan. Saluran drainase yang dipenuhi material sampah terbawa arus juga membuat air menggenangi badan jalan. Hal itulah yang mempercepat tingkat kerusakan jalan," jelasnya.

Karenanya, PPK mengambil langkah-langkah preventif, seperti melakukan pembersihan saluran secara rutin, agar air hujan tidak lagi menggenangi badan jalan.

"Kami juga mengintensifkan komunikasi dengan Pemkot Ambon untuk penanganan sampah buangan warga, karena masih ada beberapa lokasi yang dijadikan tempat buangan sampah, dan itu posisinya diatas saluran. Itulah yang membuat saluran kerap tersumbat saat hujan," ungkapnya.

Sementara untuk pekerjaan pemeliharaan (patching) jalan di Kota Ambon, lanjutnya, pihaknya selalu mengupayakan dilaksanakan diatas pukul 22:00, karena saat siang hari dampaknya pada kemacetan sangat luar biasa.

"Kebetulan September ini cuaca di Kota Ambon sudah mulai panas. Semoga tidak ada kendala, agar pekerjaan bisa terlaksana dengan baik," ujarnya.


Tak hanya disekitaran Lantamal Halong, di Pasar Batu Merah juga saat ini sudah mulai dilaksanakan pekerjaan holding CAP.

"Kendala yang dihadapi di pasar Batu Merah, yakni aktivitas warga yang menggunakan bahu hingga badan jalan untuk lapak berdagang. Untuk mengatasi hal ini, kami sudah berkoordinasi dengan Pemkot Ambon. Mudah-mudahan bisa ditertibkan," terangnya.

Walaupun saat ini tengah dilakukan perbaikan, namun untuk penanganan permanen semua kerusakan di pasar Batu Merah, kami usulkan di TA 2026 nanti.

"Sekarang, dengan semua sumber daya yang tersedia, kami maksimalkan pekerjaan pemeliharaan, agar masyarakat pengendara tetap aman dan nyaman saat melintas," tandasnya.* (Barak)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mutasi 520 Pejabat PU Patut Dievaluasi

Menteri PU Diminta Berani Batalkan SK Mutasi Istimewa

PPK 1.1 Jabar Tutup Lubang Pakai TCM