PHO Juni 2025, Proyek BPJN Sulteng Mulai Rusak
Aparat Diminta Masuk
BARAK, (Sulteng)- Pembangunan akses utama Hunian Tetap (Huntap) di Kabupaten Donggala yang dilaksanakan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah (Sulteng) menggunakan dana pinjaman dari JICA senilai Rp 34,6 miliar, kini mulai terlihat mengalami kerusakan.
Kualitas konstruksi pun dipertanyakan, mengingat konstruksi baru selesai dikerjakan pada kisaran bulan Juni 2025 kemarin.
Pekerjaan yang dipercayakan oleh BPJN Sulteng kepada PT Aphasko Utamajaya itu mulai terlihat mengalami kerusakan berupa retak-retak pada bagian talud penahan tebing.
"Warga kecewa, baru selesai dikerjakan, talud penahan tebingnya sudah retak-retak. Kualitas konstruksinya rendah," ungkap salah seorang warga Donggala, Jum'at (19/09/2025).
Lokasi kerusakan berupa keretakan sekitat sepanjang 20 meter tersebut, menurut warga, terdapat di Dusun 4 Labuan, Desa Lende Ntovea.
Warga pun meminta aparat penegak hukum mengusut proyek BPJN Sulteng tersebut.
"Kami meragukan kualitas proyek ini. Tanda-tandanya terlihat dari indikasi kerusakan pada bagian taludnya," tegas warga layaknya dilansir kabarselebes, kemarin.
Dipihak lain, Kepala BPJN Sulteng, Bambang Razak, berjanji akan mengecek informasi kerusakan pada bagian talud tersebut.
"Saya coba konfirmasi ke Satker/PPK. Kalau ada kerusakan, kami akan minta diperbaiki," ucapnya.* (Barak)

Komentar
Posting Komentar