BBPJN DKI-Jabar Bantah Pemasangan U-ditch di Galumpit Terlambat
BARAK, (Jabar)- Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI-Jabar membantah pemasangan U-ditch di Kampung Galumpit, Desa Sukamukti, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi mengalami keterlambatan.
Meski demikian, pengawas lapangan mengakui pekerjaan sempat terhambat lantaran menunggu kiriman material dari pihak penyedia.
"Pekerjaan sedikit mengalami hambatan dampak dari kebijakan penutupan aktivitas pertambangan oleh Gubernur Jabar. Hal itu menyebabkan kelangkaan material seperti U-ditch. Meski demikian, progres fisik pekerjaan tetap bagus, bahkan melewati target," ungkap pengawas lapangan dari pihak pelaksana, Muiz.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, ia menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan penyedia material U-ditch agar mempercepat pengiriman.
"Kami mohon maaf atas keterlambatan ini. Tidak ada unsur kesengajaan memperlambat pekerjaan, hanya sedikit ada kendala produksi U-ditch dari penyedia saja," ujarnya dilansir sukabumiupdate, Kamis (30/10/2025) kemarin.
Pihaknya pun menegaskan komitmen menuntaskan pekerjaan sesuai rencana.
"Insya'Allah, kami berusaha maksimal menyelesaikan pekerjaan tepat waktu hingga 31 Desember 2025," ucapnya.
Turut dijelaskan, dari panjang pekerjaan 400 meter, saat ini sudah terpasang sepanjang 340 meter, sehingga progres fisik sudah 70 persen dari target 56 persen.
Senada diungkapkan PPK 2.3 pada Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Jabar, Ilham.
"Tidak lambat, karena progres melebihi rencana. Hanya saja material jadi kendala akibat kebijakan penutupan tambang. Waktu pelaksanaan pun masih lama," singkatnya.
Sebelumnya, warga mengeluhkan soal lambannya pekerjaan pemasangan U-ditch sepanjang 400-an meter di ruas jalan nasional Kiaradua-Jampangkulon, tepatnya di Kec Waluran, Sukabumi.
"Sudah lebih dari sebulan. Katanya material terlambat datang. Sekarang juga tidak ada pekerja. Banyak bagian masih terbuka. Dari panjang pekerjaan sekitar 400-an meter, U-ditch yang sudah terpasang baru sekitar 100 meteran," papar NH, salah seorang warga dilansir Sukabumiupdate, Rabu (28/10/2025).
Selain itu, warga juga mengaku tidak mengetahui siapa pelaksana pekerjaan, karena sejak awal dilokasi tidak terlihat adanya papan proyek.
Kepala Desa Sidamukti, Usep Firdaos, membenarkan pekerjaan tersebut sempat mengalami keterlambatan akibat pasokan material tersendat.
"Pada 15 Agustus 2025 lalu memang ada sosialisasi di aula kantor desa. Kami banyak menerima keluhan dari warga soal keterlambatan ini," katanya.
Pihak Desa, katanya, telah menyampaikan berbagai keluhan warga kepada pihak pelaksana.* (Barak)


Komentar
Posting Komentar