Kinerja BPJN Sulteng Dinilai Lamban
Layak di Evaluasi
BARAK, (Sulteng)- Disaat Balai lain berlomba menggenjot capaian kinerja dalam menyambut momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah (Sulteng) belum nampak menunjukkan kinerja yang positif.
Pasalnya, protes jalan rusak parah masih terus menggema, bahkan sang Gubernur pun harus langsung menelepon Kepala Balai untuk menyampaikan kondisi jalan yang rusak parah.
Terkini, kerusakan jalan nasional Tompira-Bungku bungku membuat publik terperanjat. Pasalnya, selain berlubang, ada pula bagian badan jalan hampir menyisakan tanah berlumpur saja saat hujan.
Kornas Barak, Danil's menilai, kinerja yang seperti ini sudah sangat layak di evaluasi, agar tidak berpengaruh pada capaian kinerja Kementerian Pekerjaan Umum (PU) secara keseluruhan.
"Sepertinya Direktur Jenderal Bina Marga dan Menteri PU harus mengambil sikap, segera mengevaluasi Balai dan Satker/PPK yang kurang maksimal. Evaluasi sangat diperlukan untuk mencapai ritme kerja yang setara dari ujung barat hingga Indonesia bagian timur. Rakyat wajib diberikan layanan infrastruktur yang sama (layak, aman dan nyaman)," ujarnya, Senin (27/10/2025).
Jika saja BPJN Sulteng beralasan kinerja tidak bisa digenjot karena efisiensi anggaran, lanjutnya, semua Balai juga terjadi efisiensi, tapi masih bisa memaksimalkan semua sumber daya yang tersedia untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.
"Ini bukan semata soal efisiensi, tapi ada persoalan lain yang lebih krusial, seperti leadership. Ketidakmampuan dalam memimpin, membuat jajaran dibawahnya tidak memiliki kemampuan juga untuk mengambil langkah-langkah inovatif ditengah kondisi yang menghimpit," tegasnya.
Karenanya, ia memandang, evaluasi sangat mendesak, agar saat momen Nataru nanti rakyat tidak perlu mempertaruhkan nyawah berkendara dijalanan yang rusak.
"Jangan sampai berani bicara cinta NKRI kalau layanan dasar saja tidak bisa disediakan dengan baik. Ini persoalan mendasar. Jangan sampai ada nyawah yang melayang akibat jalan rusak, karena setiap perbuatan pasti akan dimintai pertanggungjawaban," tandasnya.* (Barak)

Komentar
Posting Komentar