Mantap, PJN IV Jatim Selesaikan Ruas Bulu-Batas Kota Tuban Dua Bulan Lebih Awal


BARAK, (Jatim)- Komitmen Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali dalam menyediakan layanan infrastruktur yang prima jelang masuknya musim Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 dibuktikan dengan kinerja nyata.

Hal itu tergambar dari proses pekerjaan ruas Bulu (Batas Provinsi Jateng)-Batas Kota Tuban (Tahap II).

Sejak pekerjaan dimulai, Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah IV Jatim selaku penyelenggara ruas, terus melakukan pengawalan yang ketat terhadap setiap proses pekerjaan untuk memastikan setiap item terlaksana dengan baik.


Hasilnya, pekerjaan pun bisa selesai lebih awal dari target rencana dalam kontrak.

Publik memandang, hal itu sebagai keberhasilan yang menggembirakan bagi Direktorat Jenderal Bina Marga (DJBM) Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

"Kinerja yang baik seperti ini patut di apresiasi. Ini salah satu keberhasilan DJBM Kementerian PU yang perlu ditularkan," ungkap Koordinator Divisi Investigasi dan Pelaporan Barak, M Deddy H, Kamis (23/10/2025).


Kepala Satker PJN Wilayah IV Provinsi Jatim, Ida Bagus Artamana menjelaskan, preservasi ruas Bulu (Batas Jateng)-Batas Kota Tuban (Tahap II) ini merupakan lanjutan dari Tahap I yang sudah dilaksanakan pada TA 2024 lalu.

"Panjang ruas yang kami kerjakan 5,9 Km dengan nilai kontrak sebesar Rp 56 miliar. Saat ini progres fisiknya sudah mencapai 96,75 persen," jelasnya dalam keterangan resminya, Rabu (23/10/2025).

Dengan selesainya konstruksi utama, lanjutnya, maka pekerjaan yang tersisa hanya tinggal pekerjaan minor seperti bahu dan marka jalan.


"Pekerjaan ini sengaja diupayakan selesai lebih awal dua bulan dari target rencana yang 31 Desember dalam rangka menyambut moment Nataru 2025," ujarnya.

Senada diungkapkan PPK ruas Bulu-Batas Kota Tuban, Hariani, ST, MT. Selain menyambut musim Nataru, pekerjaan dipercepat dengan tetap mengedepankan kualitas juga untuk meningkatkan waktu tempuh bagi pengguna jalan Pantai Utara (Pantura) Jatim, sekaligus memberikan rasa aman bagi setiap pengendara yang melintas.

"Sekarang tinggal tersisa pekerjaan bahu dan marka jalan saja. Kami menggunakan aspalt modifikasi kelas PG70 yang terkenal kuat," paparnya.


Diketahui, aspal modifikasi kelas PG70 sendiri merupakan jenis aspal yang telah dimodifikasi dengan polimer untuk meningkatkan kinerjanya, terutama ketahanannya terhadap suhu tinggi maupun suhu rendah.

Sistem Performance Grade (PG) mengklasifikasikan aspal berdasarkan ketahanan dalam suhu ekstrem dan beban lalu lintas sehingga lebih kuat, lebih tahan terhadap retakan dan alur, serta memiliki daya tahan lebih lama dibandingkan dengan aspal konvensional.* (Barak)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mutasi 520 Pejabat PU Patut Dievaluasi

Menteri PU Diminta Berani Batalkan SK Mutasi Istimewa

PPK 1.1 Jabar Tutup Lubang Pakai TCM