BPJN Kaltara Lamban, Penanganan Longsoran Mangkrak
BARAK, (Kaltara)- Kondisi longsoran pada ruas jalan nasional dikawasan Batu Mayau, Desa Sebulu, Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) semakin mengkhawatirkan.
Meski sudah tiga bulan berlalu sejak kejadian longsoran pada 03 Agustus 2025 lalu, penanganan belum juga menunjukkan hasil.
Warga pun khawatir kerusakan semakin melebar dan membuat jalan penghubung Malinau, Tanjung Selor, hingga Kaltim dan Kalsel tersebut putus total.
Pantauan dilokasi menunjukkan, longsoran sekitar 10 meter dengan lebar 3 meter nampak cukup parah. Pagar pembatas jalan sudah tak lagi nampak, terseret material longsoran ke arah jurang hingga menyisakan separuh badan jalan.
Camat Tulin Onsoi, Kristoforus Belake, membenarkan tidak adanya progres fisik pada pekerjaan penanganan longsoran di daerahnya.
Ia menjelaskan, meskipun ada alat berat disekitar lokasi longsoran, namun tidak terlihat adanya aktivitas pekerjaan fisik.
"Alat berat memang stanby di lokasi. Tapi kegiatannya tidak ada," ungkapnya dilansir detik, Selasa (18/11/2025).
Dijelaskan pula, jika alat berat hanya disiagakan sejak awal longsor terjadi, tapi hanya diparkir saja tanpa adanya kegiatan perbaikan longsoran.
Akibat belum ditanganinya longsoran tersebut, arus lalu lintas jadi terganggu. Kendaraan, khususnya roda empat atau lebih, harus bergantian melintas, agar tidak terjun kedalam jurang.
Ke'alpaan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kaltara dan jajaran Satker/PPK terkait pun dipertanyakan, lantaran hanya menaruh alat berat dilokasi tanpa ada penanganan lanjutan.* (Barak)

Komentar
Posting Komentar