Darurat Bencana di Sumut, Sumbar & Aceh
Kementerian PU Jadi Tulang Punggung Penanganan
BARAK, (Jakarta)- Kesigapan personil terdepan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) selalu di uji setiap kali bencana melanda negeri ini.
Seperti halnya saat bencana banjir dan tanah longsor melanda sebagian wilayah Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar) hingga Aceh.
Tanpa menunggu komando, jajaran Balai, Satker dan PPK sebagai garda terdepan langsung mengambil sikap, menurunkan alat berat ke setiap lokasi bencana untuk melakukan penanganan sesegera mungkin. Karena pada bagian itulah kesigapan benar-benar di uji, yakni menyelamatkan nyawah manusia yang terjebak dilokasi bencana, sekaligus membuka akses untuk memudahkan pengiriman logistik bentuan bagi seluruh korban bencana.
Menteri PU Dody Hanggodo sendiri telah memerintahkan seluruh unit teknis Kementerian PU, baik di Sumut, Sumbar maupun Aceh, untuk bergerak cepat memastikan penanganan darurat bencana berlangsung secepat mungkin sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Kami sudah instruksikan seluruh Balai gerak cepat kesemua lokasi, fokus buka akses utama untuk memastikan fasilitas dasar masyarakat terpenuhi," tegasnya.
Dalam paparannya saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (27/11/2025) kemarin, Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti membeberkan, sejak bencana terjadi, Kementerian PU lewat BBPJN/BPJN di daerah, langsung menerjunkan sejumlah alat berat ke setiap lokasi bencana.
"Sejak awal kami sudah mengirimkan alat berat lengkap dengan perangkat pendukungnya untuk membersihkan material banjir dan longsor di Sumut, Aceh hingga Sumbar," ujarnya.
Alat berat itu dikirimkan ke 21 titik di Sumut, 15 titik di Sumbar dan 12 titik bencana di Aceh.
Seiring penanganan yang dilaksanakan, lanjutnya, Kementerian PU juga mengidentifikasi semua kerusakan dampak dari bencana yang terjadi, mulai dari kerusakan jalan, jembatan dan fasilitas-fasilitas publik lainnya.
Kesigapan BBPJN Sumut
Di Sumut, bencana banjir dan longsor membuat jalan dan jembatan pada ruas Sidikalang-Batas Aceh, termasuk di STA 09+200, Kab Pak Pak Bharat. Lokasi ini telah ditangani oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BBPJN Sumut menggunakan chainsaw dan backhoe loader serta excavator. Jalan pun bisa dilewati dalam hitungan jam.
Bencana juga membuat fungsi jalan dan jembatan pada ruas Batas Kab Taput-Sipirok. Pada ruas ini setidaknya terdapat tiga titik longsor. Material longsoran menutup badan jalan, dan langsung ditangani menggunakan backhoe loader dan empat excavator, yang hingga kini masih disiagakan dilokasi untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan.
Tak hanya itu, abutment Jembatan Aek Puli Lama STA 37+400 pada ruas Batas Kota Tarutung-Batas Kab Tapsel juga mengalami kerusakan parah. Tim BBPJN bersama pihak terkait lainnya langsung mengalihkan arus kendaraan melewati Jembatan Aek Puli Baru.
Luapan air sungai juga menggenangi badan jalan di Desa Aek Libung hingga membuat arus lalu lintas lumpuh total.
Sementara pada ruas Barus-Batas Kota Sibolga, banjir setinggi satu meter menutup badan jalan. Pada titik ini, BBPJN Sumut telah mengerahkan chainsaw, dump truk, excavator hingga backhoe loader untuk mengatasinya. Alat berat juga disiagakan untuk mengantisipasi longsoran susulan, sambil menjalin koordinasi dengan Pemda dan semua pihak terkait lainnya.
Kepala BBPJN Sumut, Hardy Pangihutan Siahaan menjelaskan, seluruh tim dan alat berat dari BBPJN Sumut terus disiagakan disemua lokasi bencana, sambil melaksanakan pekerjaan penanganan lanjutnya.
"11 titik longsor telah tertangani dengan baik. Kami kerahkan seluruh sumber daya untuk memulihkan akses transportasi, menjaga keselamatan masyarakat, sekaligus mendukung penanganan darurat diberbagai lokasi bencana," paparnya.
BPJN Sumbar Kerahkan Seluruh Sumber Daya
Sementara BPJN Sumbar sendiri melaporkan, banjir dan tanah longsor telah melanda sejumlah wilayah sejak 21 November 2025 kemarin.
Longsor telah mengganggu fungsi jalan dan jembatan dibanyak titik, seperti di Lubuk Selasih, Padang Pariaman, Padang-Bukittinggi hingga Padang-Sucincin.
Kepala BPJN Sumbar, Elsa Putra Friandi mengungkapkan, pihaknya telah berhasil membuka akses jalan yang dilanda bencana disejumlah titik.
"Longsoran pada ruas Padang-Bukittinggi dikawasan Silaing langsung kami tangani pada pukul 03:00 WIB. Tapi saat pagi hari longsor susulan terjadi. Tim pun kembali menurunkan alat berat untuk melakukan penanganan," ujarnya.
BPJN Sumbar juga melalukan koordinasi dengan para pihak terkait, agar pengaturan arus lalu lintas bisa dilakukan situasional, disesuaikan dengan penanganan yang dilakukan untuk menjaga keselamatan masyarakat pengguna jalan.
"Kami kerahkan semua sumber daya yang tersedia ke berbagai wilayah dilanda bencana. Fokus utama tetap pada pembersihan jalur untuk memudahkan arus transportasi," ungkapnya.
Balai juga, lanjutnya, terus melakukan pemantauan di sejumlah lokasi rawan, karena intensitas hujan masih tinggi dan potensi bencana.
BPJN Aceh Masih Kerja Keras
Sedangkan di Aceh sendiri, BPJN Aceh telah menurunkan seluruh alat berat dan personil, mulai dari Satker PJN Wilayah I, II dan III untuk menangani dampak kerusakan akibat bencana yang melanda beberapa wilayah di Aceh.
Setidaknya, 31 unit alat berat tengah bekerja full time (24 jam) disemua lokasi bencana untuk memulihkan infrastruktur utama (jalan, jembatan dan fasilitas publik lainnya- red), agar distribusi logistik ke lokasi masyarakat terdampak bencana bisa berjalan dengan baik.
Tak cukup dengan 31 unit saja, usulan tambahan alat berat pun diterima oleh BPJN Aceh dari BPBD untuk membersihkan sampah akibat banjir di Aceh Tenggara. Begitu pula dengan di Aceh Barat, BPJN Aceh telah mengakomodir permintaan Dinas PU untuk tambahan alat berat pendukung percepatan penanganan bencana banjir di Aceh Barat.
Semua operator alat berat bekerja penuh waktu dan fokus pada pembersihan material longsoran dan banjir, termasuk normalisasi saluran. Seluruh pekerjaan pun dikawal dengan ketat, agar berjalan cepat dan tepat, sesuai arah Presiden Prabowo.* (Barak)




Komentar
Posting Komentar