Mantap, BBPJN Sumsel Kebut Penanganan Ruas Palembang-Betung
Kendaraan Odol Masih Jadi Dilema
BARAK, (Sumsel)- Jajaran Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan (Sumsel) terus mengebut pekerjaan penanganan ruas jalan nasional Palembang-Betung. Balai memprioritaskan penanganan ruas tersebut karena paling krusial dibanding ruas lainnya.
Pekerjaan pun lebih banyak dilakukan saat malam hari mengingat tingginya intensitas kendaraan yang melintas saat siang. Penanganan efektif difokuskan pada 13 Km dari total ruas sepanjang 55 Km.
"Alhamdulillah, berkat upaya banyak pihak, penanganan ruas Palembang-Betung bisa dilakukan dengan cepat. Pekerjaan juga kami lakukan saat malam hari, agar tidak mengganggu arus lalu lintas yang padat saat siang," ungkap Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Sumsel, Alfredo Lukman, kemarin.
Pantauan dilapangan menunjukkan, dalam beberapa hari terakhir, operator alat berat yang melakukan rutting untuk meratakan permukaan jalan bergelombang terus bekerja.
"Permukaan jalan yang bergelombang diratakan dulu. Begitu pula pada titik-titik krusial kami lakukan overlay," jelasnya.
Diketahui, kerusakan pada ruas Palembang-Betung lebih disebabkan kendaraan Over Dimension Over Load (Odol). Beban muatan kendaraan yang jauh melebihi Muatan Sumbu Terberat (MST), menyebabkan jalan cepat rusak. Hal itu dibuktikan lewat timbangan gabungan, bahwa 50,86 persen dari kendaraan besar yang melintas merupakan Odol. 70,47 persen jalanan juga dikuasai oleh truk dua sumbu, dimana 30,8 persen diantaranya mengangkut muatan berlebihan.
"Kendaraan Odol membuat kualitas layanan jalan dan jembatan berkurang. Ini persoalan yang harus segera diatasi," tegasnya.* (Barak)

Komentar
Posting Komentar