Tender Paket Korossa-Topoyo Rp 198,9 M, Dirjen BM Perlu Turun Tangan
Catatan Redaksi
LEMAHNYA kinerja Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Sulawesi Barat (Sulbar) dalam melaksanakan lelang paket Preservasi Jalan Korossa-Topoyo membuat Kepala Daerah (Kepda), yakni Bupati Mamuju Tengah (Mateng) Arsal Aras meradang.
Bupati memandang, gagal lelang hingga dua kali menyebabkan kerusakan jalan semakin parah sekaligus menyengsarakan masyarakat secara luas.
Dari history perubahan jadwal data LPSE, paket Preservasi Jalan Korossa-Topoyo senilai Rp 198,9 miliar pada Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Sulbar, terdaftar dengan kode tender 10072790000.
Dalam tender yang digelar sejak 16 Agustus hingga 28 Oktober 2025, setidaknya terdapat 79 peserta yang mendaftar.
Namun statusnya per 28 November 2025, tercatat Pokja memerlukan waktu tambahan untuk input hasil evaluasi teknis fail I.
Merujuk pada data LPSE yang tidak jelas, wajar jika Bupati Arsal mengungkapkan kekecewaannya di media massa. Karena proses tender yang tidak jelas, memaksa masyarakat melintas di jalan yang berkubang dan licin saat hujan, dan berdebu saat panas.
Tak hanya menyulitkan para pengendara, kerusakan jalan juga membuka lebar peluang terjadinya kecelakaan yang bisa merenggut nyawah masyarakat tidak berdosa, sekaligus menimbulkan ekonomi biaya tinggi dalam distribusi barang/jasa.
Karenanya, Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pun diminta turun tangan menyelesaikan persoalan tender tersebut, agat tidak semakin melebar hingga menimbulkan kerugian ekonomi yang lebih luas.
Dirjen BM juga dibutuhkan, lantaran terdapat satu hal yang agak menggelitik rasa penasaran publik dalam kasus tender berulang itu, yakni pernyataan Bupati yang meminta para pihak terkait menghentikan tarik-menarik kepentingan.
Yang perlu menjadi catatan khusus, tak akan ada asap selama tidak ada api. Pernyataan itu tidak mungkin keluar begitu saja tanpa ada alasan yang jelas, seperti ketidakjelasan proses tender proyeknya sendiri.***

Komentar
Posting Komentar