Hitungan Hari, Jalan Nasional di Sulsel Rusak Lagi

Kualitas Aspal & Pekerjaan Rendah


BARAK, (Sulsel)- Kinerja Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan (Sulsel) jadi sorotan masyarakat. Pasalnya, jalan yang masih terhitung hari di aspal, kembali mengalaminya kerusakan cukup parah.

Kerusakan terlihat pada ruas jalan Perintis Kemerdekaan di Kota Makassar, yang belum lama ini di aspal ulang.

Kondisi jalan yang kembali mengalami kerusakan disejumlah titik tersebut, dinilai sangat membahayakan keselamatan masyarakat pengguna jalan, mengingat ruas jalan nasional itu setiap harinya selalu dipadati kendaraan dari berbagai arah.

Kerusakannya juga beragam, mulai dari aspal yang berpasir hingga bergelombang. Kondisi itu berpotensi membuat kendaraan tergelincir, terlebih bagi kendaraan roda dua saat musim penghujan seperti sekarang ini.

Pantauan dilapangan menunjukkan, kerusakan terjadi pada beberapa titik strategis, seperti di depan asrama Yonif Kavaleri, depan kantor Muhammadiyah Sulsel hingga di depan pintu satu Universitas Hasanuddin (Unhas) di Kecamatan Tamalanrea.

"Belum juga satu bulan di aspal, sekarang sudah rusak lagi. Aspalnya kayak terkelupas dan berpasir. Saat hujan jalanan jadi licin dan sangat membahayakan keselamatan pengendara," ungkap Tahar, salah seorang pengendara aktif di ruas jalan tersebut.

Selain itu, warga juga mengeluhkan adanya gundukan aspal berpasir yang melintang di Jalan itu, seperti di depan Markas Yonif Raider 700 dan Kantor Karantina Sulsel.

Gundukan itu merupakan penutup drainase primer yang membelah dua jalur utama ruas Perintis Kemerdekaan.

Nampak drainase tersebut membentang dari depan pintu Markas Raider 700 hingga depan kantor Karantina, sehingga setiap kendaraan yang melintas harus ekstra hati-hati agar tidak celaka dijalanan yang tidak rata.

Para pengendara pun mengaku sering terkejut saat melintas pada malam hari, lantaran kondisi jalan yang licin dan bergelombang karena material aspal bercampur pasir.

"Kondisi jalan depan Raider sangat membahayakan. Saya sendiri beberapa kali hampir terjatuh," ujar Rheza, warga Telkomas layaknya dilansir fajar.co.id, kemarin.

Kualitas Aspal Rendah

Dipihak lain, pengamat kebijakan publik dan infrastruktur perkotaan, M Ridwan menilai, kerusakan dini pada jalan yang baru di aspal mengindikasikan lemahnya kualitas pekerjaan dan pengawasan dari pihak terkait.

Ia mengatakan, jalan nasional seharusnya memiliki standar mutu tinggi, dan daya tahannya kuat.

"Jika aspal baru sudah berpasir dan tidak rata, ada dugaan spesifikasi teknis tidak dijalankan dengan maksimal, baik dari kualitas material, ketebalan aspal, maupun proses pengerjaannya. Ini perlu di evaluasi dengan serius," tegasnya.

Ia juga mengingatkan, agar instansi terkait tidak hanya sekedar mengerjakan perbaikan fisik, tapi juga harus melakukan audit, agar kerusakan tidak berulang.

"Jangan sampai setiap tahun di aspal, tapi setiap itu juga rusak. Ini sangat merugikan masyarakat pengguna jalan dan keuangan negara," sesalnya.

Senada diungkapkan pengamat transportasi dan tata kota, Irwan Hasan. Ia menyebutkan, kondisi gundukan pada penutup drainase mencerminkan lemahnya perencanaan dan pengawasan dari pihak terkait.

Menurutnya, penutup drainase pada ruas jalan utama dibuat sejajar dengan badan jalan, bukan membentuk gundukan yang beresiko bagi keselamatan pengendara.

"Drainase yang dibuat lebih tinggi, apalagi hanya ditutup aspal berpasir, itu sangat membahayakan keselamatan pengendara, terlebih saat hujan," ucapnya.

Ia menyesalkan tidak adanya standar teknis yang baik dalam pengerjaan jalan tersebut, termasuk kualitas material dan pencahayaan saat malam hari.

"Ini sangat berbahaya jika tidak segera diperbaiki. Instansi terkait harus segera menanganinya," tandasnya.* (Barak)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mutasi 520 Pejabat PU Patut Dievaluasi

Menteri PU Diminta Berani Batalkan SK Mutasi Istimewa

PPK 1.1 Jabar Tutup Lubang Pakai TCM