Kebangetan, Lima Pengendara Celaka di Ruas Tagolu-Tentena

Proyek Rp 101 Miliar, Alat Berat Nganggur


BARAK, (Sulteng)- Disaat Balai-Balai lain saling berlomba mempersiapkan infrastruktur jalan dan jembatan yang andal selama musim Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah (Sulteng) justeru masih berspekulasi dengan lubang-lubang yang "dibiarkan" menganga.

Ironisnya, lubang-lubang yang dibiarkan terbuka tanpa rambu peringatan, sudah banyak memakan korban pengendara tak berdosa.

Setidaknya lima pengendara motor mengalami kecelakaan akibat lubang patching yang dibiarkan terbuka pada ruas jalan nasional Tagolu-tentena di Kabupaten Poso.

Kejadian tersebut justeru terjadi saat tingginya arus lalu lintas libur Nataru 2025/2026.

Sejumlah titik galian yang tidak langsung di patching tersebut, menjadi perangkap berbahaya bagi masyarakat pengendara, terlebih saat malam hari.

"Lima pengendara motor jatuh karena lubang yang tidak langsung di patching. Banyak yang tidak tahu ada lubang galian persiapan patching, terlebih saat malam hari," ungkap salah seorang warga.

Warga pun meminta Balai mempercepat penutupan lubang sebelum memakan korban jiwa.

"Kami tidak minta yang muluk-muluk, cuma keselamatan. Jangan tunggu ada yang meninggal dulu baru bertindak," harap warga.

Kejadian itu pun dibenarkan oleh Kepala BPJN Sulteng, Bambang S Razak, dan mengaku sudah menindaklanjuti laporan warga.

"Saya sudah terima laporan, termasuk foto para korban. Saya sudah beri waktu tiga hari untuk kontraktor menutup lubang-lubang yang membahayakan tersebut," tegasnya dilansir radarpalu, Jum'at (26/12/2025) kemarin.

Proyek Rp 101 Miliar, Alat Berat Nganggur

Pantauan dilapangan menunjukkan, belum terlihat lagi adanya para pekerja yang beraktivitas. Dua alat berat nampak ditutupi terpal, sementara satu unit grader dan compactor hanya diparkir ditepian jalan. Disepanjang ruas kawasan Pandiri, tidak terlihat adanya kegiatan perbaikan.

Ruas jalan nasional Tagolu-Tentena sendiri menjadi jalur vital penghubung antar provinsi Sulteng-Sulsel (Poso-Tentena-Makassar) yang setiap saat selalu dipadati berbagai jenis kendaraan.

"Progres pekerjaannya lamban, karena pekerjaan utama baru dimulai pada tahun 2026 nanti. Tahun ini fokusnya hanya patching," ungkap Bambang.

Kondisi jalan nasional Tagolu-Tentena sendiri semakin berbahaya lantaran minimnya rambu-rambu peringatan, termasuk pembatasan galian. Hal itu semakin memperbesar potensi kecelakaan selain lubang galian persiapan patching yang tidak langsung ditutup.

"Rambu keselamatan dan K3 masih sangat terbatas. Harus segera ditambah," tandasnya.* (Barak)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mutasi 520 Pejabat PU Patut Dievaluasi

Menteri PU Diminta Berani Batalkan SK Mutasi Istimewa

PPK 1.1 Jabar Tutup Lubang Pakai TCM