Ketua Satgas Bencana Alam Tinjau Penanganan Bencana di Sumbar


BARAK, (Sumbar)- Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Bencana Alam Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) yang juga Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan pada Direktorat Jenderal Bina Marga (DJBM) Kementerian PU, Hendro Satrio, meninjau langsung kondisi penanganan ruas jalan dan jembatan nasional terdampak bencana banjir, banjir bandang, dan tanah longsor di Sumbar.

Peninjauan dilakukan disejumlah titik, mulai dari kawasan Lembah Anai hingga Malalak yang menjadi lokasi terdampak paling parah.

Bagi garda terdepan DJBM Kementerian PU, mulai dari Balai, Satker, PPK, terlebih para personil yang selama ini selalu standby dilapangan, kehadiran Ketua Satgas dilapangan semakin menggelorakan semangat dalam menangani seluruh kerusakan akibat bencana dahsyat yang melanda bumi "Tuah Sakato".


Peninjauan yang berlangsung pada Rabu (24/12/2025) itu dilakukan, untuk memastikan seluruh tahapan penanganan dilapangan berjalan sesuai rencana, mulai dari penanganan darurat, sampai pada persiapan langkah-langkah teknis lanjutan.

Seperti diketahui, untuk tahap awal penanganan bencana, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar dan jajaran Satker/PPK dibawahnya telah melakukan penanganan darurat, seperti normalisasi sungai untuk memperlancar aliran air, sekaligus mencegah resiko kerusakan lanjutan terhadap struktur jembatan dan lingkungan sekitar.

Langkah penanganan lanjutan pun saat ini tengah dikebut, berupa trial borepile menggunakan dua unit alat berat sebagai bagian dari persiapan penanganan secara permanen.


Tahapan pekerjaan ini menjadi sangat krusial untuk memperoleh data teknis yang akurat dalam menentukan metode konstruksi yang paling aman, efektif dan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Baik Ketua Satgas Penanganan Bencana Alam Aceh, Sumut dan Sumbar Hendro Satrio, maupun Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi, sama-sama menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan infrastruktur jalan dan jembatan tetap berfungsi secara optimal demi keselamatan pengguna jalan, sekaligus menjaga keberlanjutan konektivitas dan akses transportasi di Sumbar.* (Barak)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mutasi 520 Pejabat PU Patut Dievaluasi

Menteri PU Diminta Berani Batalkan SK Mutasi Istimewa

PPK 1.1 Jabar Tutup Lubang Pakai TCM