Mahasiswa Demo Tuntut Kinerja BPJN Sulteng di Evaluasi


BARAK, (Sulteng)- Geram mendapati kondisi pembangunan yang timpang di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng), Persatuan Mahasiswa Morowali menggelar aksi demonstrasi.

Mahasiswa menilai, ketimpangan Pembangunan sudah berlangsung lama, dan terus dibiarkan, meskipun Morowali menjadi salah satu tulang punggung perekonomian negara.

Disatu sisi industri dan pertambangan nikel terus berkembang pesat dan menjadi salah satu penyumbang pendapatan besar, namun disisi lain, masyarakatnya dihadapkan dengan infrastruktur jalan yang hancur, pencemaran lingkungan hingga layanan dasar yang buruk.

Mahasiswa yang berasal dari berbagai kampus di Morowali tersebut menyebutkan, salah satu pembiaran yang dilakukan pemerintah bisa dilihat dari hancurnya jalan nasional di Bahodopi karena lalu lintas kendaraan industri.

Perbaikan yang dilakukan pun hanya sebatas tambal sulam, itu juga tanpa ada upaya pembatasan angkutan berat yang melintas.

"Morowali daerah yang kaya, tapi rakyatnya menderita. Nikel diangkut keluar, pendapatan meningkatkan, tapi jalan nasional di Bahodopi dibiarkan hancur. Dimana letak keadilan...?," ujarnya Korlap aksi, Rar, kemarin.

Kinerja Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulteng pun di sorot.

"Kerusakan jalan ini sudah berlangsung bertahun-tahun, dan terus dibiarkan. Perbaikan tambal sulam tidak menyelesaikan masalah. Ini bukan pembangunan, tapi penindasan. BPJN Sulteng harus bertanggungjawab," tegasnya dilansir kabarsulteng, Rabu (17/12/2025).

Mahasiswa pun meminta pemerintah pusat mengevaluasi total kinerja BPJN Sulteng.* (Barak)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mutasi 520 Pejabat PU Patut Dievaluasi

Menteri PU Diminta Berani Batalkan SK Mutasi Istimewa

PPK 1.1 Jabar Tutup Lubang Pakai TCM