Persembahan BPJN Banten Jelang Nataru 2025/2026


BARAK, (Banten)- Keberadaan ruas jalan nasional di Provinsi Banten yang merupakan jalur strategis penghubung Pulau Jawa dengan Sumatera membuat Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten dan jajaran bekerja ekstra keras menyiapkan jalur mudik menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026).

Respon cepat terhadap potensi kedaruratan kerusakan jalan untuk meningkatan kualitas layanan, penguatan koordinasi lintas sektor, dan pendirian posko layanan Nataru menjadi fokus utama untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas selama musim mudik Nataru berlangsung.

Kepala BPJN Banten, Primawan Avicenna mengungkapkan, tingkat kemantapan jalan nasional di Prov Banten saat ini sudah sebesar 96,76 persen.


"Pemeliharaan rutin pada titik-titik rawan terus dilaksanakan, agar jalan nasional berada dalam kondisi layak, aman dan nyaman selama musim Nataru. Posko juga telah disiapkan pada 8 titik strategis, mulai dari ruas Batas Kab Serang/Tangerang-Batas Kota Tangerang, Batas Kab Serang -Batas Kota Serang, Cilegon-Merak, Cilegon-Pasauran, By Pass Rangkasbitung, Batas Kota Rangkasbitung-Cigelung, Cibaliung-Sumur hingga Simpang-Bayah," ujarnya.

Posko, lanjutnya, dilengkapi dengan personil jaga dan peralatan pendukung mulai dari P3K, hingga material penunjang penanganan darurat seperti aspal TCM, rambu-rambu darurat serta alat pemadat stamper.

Padat Karya & IJD


Selain penanganan infrastruktur, BPJN Banten juga memiliki peran dalam mengurangi angka pengganggu sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan dengan meningkatkan daya beli masyarakat disepanjang ruas yang ditangani.

Salah satunya lewat program Padat Karya Tunai (PKT), seperti yang dilaksanakan PPK 2.2 pada Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Banten.

Lewat program PKT, PPK 2.2 memberdayakan masyarakat sekitar dalam pemeliharaan rutin jembatan pada ruas Cibaliung-Cikeusik-Muara Binuangeun.


Begitu pula dengan program Inpres Jalan Daerah (IJD) sebagai upaya percepatan peningkatan konektivitas jalan daerah untuk mendukung swasembada pangan dan energi, BPJN Banten lewat PPK 2.1 juga melaksanakan kegiatan peningkatan jalan Cimanying-Jiput.

Para pekerja pun terlihat fokus mengerjakan pembuatan Tembok Penahan Tanah (TPT).


Tak hanya itu, IJD juga dilaksanakan PPK 2.3 pada Satker PJN Wilayah II Banten di Kabupaten Lebak, yakni peningkatan jalan Simpang-Ciboleger.

Pada ruas ini, para pekerja menggunakan alat berat telah mengerjakan leveling agregat A, dan terus dilanjutkan ke tahap berikutnya, agar semua proses pekerjaan bisa selesai tepat waktu.


Memastikan semua progres pekerjaan IJD berjalan sesuai rencana (tepat mutu dan waktu- red), Kepala BPJN Banten dan jajaran beberapa waktu lalu melakukan monitoring dan evaluasi untuk memantau langsung proses pekerjaan yang tengah berlangsung.

Peninjauan dilakukan pada kegiatan peningkatan jalan Priyai-Terumbu sepanjang 2,10 Km menggunakan beton FS dengan ketebalan 20 Cm, dan ruas Terumbu-Sawah Luhur, di Kota Serang.

Pantauan juga dilakukan pada pekerjaan jalan Teras-Bojong Gadung sepanjang 2,6 Km menggunakan konstruksi rigid pavement dengan beton FS 38 setebal 20 Cm, di Kab Serang.* (Barak)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mutasi 520 Pejabat PU Patut Dievaluasi

Menteri PU Diminta Berani Batalkan SK Mutasi Istimewa

PPK 1.1 Jabar Tutup Lubang Pakai TCM