Aspal Hancur Hitungan Hari, Kinerja BBPJN Sulsel Dipertanyakan

Kasatker: Karena Cuaca Ekstrim


BARAK, (Sulsel)- Belum juga genap sebulan usai dikerjakan, jalan Perintis Kemerdekaan hingga Urip Sumoharjo kembali mengalami kerusakan cukup parah.

Aspal yang semula mulus usai di holding, kini sudah kembali berlubang, berpasir dan bergelombang hingga menyerupai kubangan-kubangan berbahaya.

Kerusakan nampak terlihat cukup parah mulai disepanjang ruas Perintis Kemerdekaan, kawasan Aspol Tallo hingga Batalyon Kavaleri 10 Mendagiri.

Lubang-lubang menganga nampak menghiasi badan jalan, sebagian diantaranya tertutup air hujan dan sangat membahayakan keselamatan pengendara.

Masyarakat pun mempertanyakan kualitas pekerjaan dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan (Sulsel), karena kerusakan sebelumnya tidaklah separah usai diperbaiki.

"Sebelum diperbaiki kerusakannya tidak separah ini, hanya beberapa lubang kecil dibeberapa titik. Tapi setelah diperbaiki, kerusakannya justeru semakin parah," ujar Muhammad Faqih, salah seorang warga Daya, Senin (12/01/2026).

Warga, katanya, sudah cukup bersabar selama proses pekerjaan yang memakan waktu lama hingga menyebabkan kemacetan setiap hari. Dan sekarang warga pun dibuat kecewa dengan hasil pekerjaan yang amburadul.

"Kami sudah bersabar dengan kemacetan selama masa perbaikan berlangsung. Sekarang pun kami dibuat kecewa dengan kondisi jalan yang lebih parah dari sebelum diperoleh," sesalnya.

Minta Aparat Hukum Selidiki

Kondisi ini, lanjutnya, sudah memakan banyak korban berjatuhan, terutama pengendara motor yang menghantam lubang tertutup genangan air saat hujan.

Karenanya, ia meminta aparat penegak hukum segera memproses hasil pekerjaan yang sangat merugikan masyarakat penerima manfaat akhir tersebut.

"Kami minta aparat hukum menyelidikinya, apakah material dan proses pengerjaan sudah dilakukan dengan benar atau asal-asalan. Ini proyek akhir tahun, tapi sudah memakan banyak korban," tegasnya.

Kasatker: Kerusakan Bukan Karena Material & Pekerjaan, Tapi Cuaca Ekstrim


Menanggapi hal itu, Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah III Sulsel, Malik, membenarkan ruas jalan tersebut baru saja selesai di aspal.

Malik menyebutkan, kerusakan bukan karena kualitas material dan pekerjaan, namun karena cuaca ekstrem.

"Sudah selesai sebenarnya. Cuma pas selesai diaspal, hujan terus beberapa hari. Basah terus itu jalan," ujarnya dilansir suarasulsel, Senin (12/01/2026) kemarin.

Hujan deras yang berlangsung selama beberapa hari, katanya, membuat aspal tidak sempat mengering sempurna. Hal itu membuat lapisan aspal mudah terkelupas, terutama pada ruas yang berada dibawah pepohonan dan minim cahaya matahari.

"Informasi dari kontraktor, yang banyak rusak itu lokasinya dibawah pepohonan. Tidak kena sinar matahari, jadi lama keringnya. Hujan terus, akhirnya hancur duluan," ungkapnya.

Kontraktor Tanggungjawab

Saat ini, BBPJN Sulsel tengah melakukan perbaikan ulang pada titik-titik yang mengalami kerusakan. Perbaikan menggunakan alat berat dengan metode Cold Milling Machine (CMM).

"Sekarang kita CMM semua yang rusak. Kalau kondisi cuaca bagus, langsung di aspal lagi," ucapnya.

Meskipun masa kontrak sudah berakhir pada Desember 2025, tambahnya, namun kontraktor memiliki tanggungjawab melakukan perbaikan selama masa pemeliharaan.* (Barak)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mutasi 520 Pejabat PU Patut Dievaluasi

Menteri PU Diminta Berani Batalkan SK Mutasi Istimewa

PPK 1.1 Jabar Tutup Lubang Pakai TCM