BBPJN Jatim-Bali Rampungkan Tiga Proyek Strategis


BARAK, (Jatim)- Menutup TA 2025, sejumlah proyek strategis berhasil diselesaikan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali tepat waktu.

Dari sekian banyak pekerjaan strategis yang berhasil dirampungkan tepat waktu tersebut, tiga diantaranya yakni Pembangunan Duplikasi Jembatan Manyar 10 B, Pembangunan Jalan Pansela LOT 2 Bululawang-Sidomulyo-Tambakrejo, dan Preservasi Jalan Simpang Kediri-Kapten Tendean-Batas Kota Kediri di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali.

Untuk Pembangunan Duplikasi Jembatan Manyar 10 B, PPK 4.3 pada Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah IV Jatim berhasil merampungkan pekerjaan jembatan type rangka A 80 sepanjang 80 meter tersebut selama 192 hari kalender, terhitung sejak Juni 2025.

Jembatan Manyar sendiri dibangun sesuai arahan Kepres No 80/2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Jatim untuk menuju KEK JIIPE Gresik.


Selain itu, BBPJN Jatim-Bali juga telah merampungkan pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) LOT 2 Bululawang-Sidomulyo-Tambakrejo di Kabupaten Blitar, Provinsi Jatim.

Pembangunan jalan sepanjang 12,85 Km selama 1.020 hari kalender tersebut, dilengkapi dengan sistem drainase, perlengkapan keselamatan jalan, termasuk pembangunan tiga jembatan pendukung konektivitas kawasan pesisir selatan Kab Blitar.

Tak hanya sekedar membuka akses, JLS LOT 2 ini juga diharapkan dapat menggairahkan pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata pantai, sekaligus membuka peluang tumbuh-kembangnya kawasan ekonomi baru.


Menutupi TA 2025 juga, BBPJN Jatim-Bali berhasil merampungkan pekerjaan Preservasi Jalan Simpang Kediri-Kapten Tendean-Batas Kota Kediri di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali.

PPK 1.3 pada Satker PJN Wilayah I Bali yang dipercaya untuk mengeksekusi pekerjaan Inpres Jalan Daerah (IJD) TA 2025 tersebut, berhasil menyelesaikan pekerjaan Laston AC-BC dan AC-WC, termasuk perkerasan bahu jalan dengan beton, normalisasi saluran drainase eksisting, lengkap dengan marka jalan termoplastik.

Selain meningkatkan konektivitas, selesainya pembangunan jalan lewat program IJD ini diharapkan memberi dorongan bagi peningkatan ekonomi pada sektor pariwisata, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan hingga berujung pada penguatan ketahanan pangan bagi masyarakat lokal.* (Barak)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mutasi 520 Pejabat PU Patut Dievaluasi

Menteri PU Diminta Berani Batalkan SK Mutasi Istimewa

PPK 1.1 Jabar Tutup Lubang Pakai TCM