BBPJN Sumut Akselerasi Penanganan Infrastruktur Pasca Bencana


BARAK, (Sumut)- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara (Sumut) terus mengakselerasi penanganan infrastruktur pasca bencana diberbagai wilayah terdampak se-Provinsi Sumut.

Upaya yang dilakukan meliputi pembersihan material banjir dan longsor, perbaikan darurat jalan dan jembatan, serta pemasangan jembatan Bailey.

Hal itu dilakukan untuk mempercepat pemulihan konektivitas sekaligus menjamin keselamatan masyarakat pengguna jalan. Karena kembali berfungsinya infrastruktur terdampak menjadi kunci bangkitnya aktifitas sosial dan ekonomi masyarakat.


Dengan kerja cepat, terukur dan berkelanjutan, diharapkan akses transportasi dan mobilitas masyarakat Sumut segera kembali pulih pasca bencana melanda.

Kegiatan pembersihan material banjir dan longsor yang dilaksanakan BBPJN Sumut, merupakan bagian dari penanganan darurat untuk mempercepat pemulihan fungsi infrastruktur jalan dan jembatan.

Pekerjaannya sendiri meliputi pengangkutan sedimen, lumpur, batuan, kayu dan material longsoran lainnya yang menutupi badan jalan, bahu jalan, hingga saluran drainase.


Penanganan dilakukan dengan mengerahkan alat berat dan tenaga lapangan untuk mencegah genangan dan potensi longsor susulan.

Kegiatan ini menjadi tahapan awal sebelum dilanjutkan dengan penanganan permanen pada struktur jalan dan infrastruktur pendukung lainnya, agar masyarakat dapat kembali beraktifitas normal.

Penanganan darurat jalan dan jembatan tersebut, sebagai langkah cepat pasca bencana. Meskipun fokus hanya pada pemulihan fungsi struktur secara sementara, namun pekerjaan tersebut menjadi sangat penting untuk memperlancar distribusi logistik, terutama bantuan bagi masyarakat terdampak.


Penanganan darurat meliputi perbaikan badan jalan yang ambles maupun tergerus, penimbunan kembali lapisan pondasi, perkuatan lereng dan oprit jembatan, hingga perbaikan elemen struktur jembatan yang mengalami kerusakan.

Meski demikian, pada lokasi-lokasi dengan kerusakan berat, telah dilakukan pemasangan jembatan Bailey, maupun pengalihan arus lalu lintas dengan pengamanan teknis sesuai standar keselamatan bagi masyarakat.

Seluruh kegiatan itu dilaksanakan dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, debit air hingga potensi bencana susulan, yang didukung dengan pengoperasian alat berat serta dalam pengawasan teknis secara intensif.


Pada pekerjaan pemasangan jembatan Bailey sebagai solusi darurat pasca bencana, seluruh tahapan dilaksanakan dengan ketelitian tinggi, mulai dari tahapan persiapan lokasi, pemeriksaan kondisi abutment dan fondasi sementara, perkuatan oprit jembatan, hingga perakitan rangka baja jembatan sesuai panjang bentang dan kapasitas beban yang direncanakan.

Begitu pula proses pemasangan yang dilaksanakan secara bertahap dalam pengawasan teknis yang ketat, termasuk pengaturan elevasi, alignment dan sistem penguncian panel untuk menjamin stabilitas struktur jembatan.

Selama pelaksanaan pun, pihak Balai dibantu para pihak terkait, melakukan pengaturan arus lalu lintas dan penerapan pembatasan beban kendaraan demi keselamatan pengguna jalan maupun para pekerja.

Jembatan Bailey, tulis BBPJN Sumut dalam laman IG resminya, Jum'at (09/01/2026), dibangun sebagai sarana penghubung sementara sebelum pembangunan jembatan permanen dilaksanakan, agar konektivitas antar wilayah tetap terjaga, dan aktivitas sosial ekonomi masyarakat tetap berjalan.* (Barak)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mutasi 520 Pejabat PU Patut Dievaluasi

Menteri PU Diminta Berani Batalkan SK Mutasi Istimewa

PPK 1.1 Jabar Tutup Lubang Pakai TCM