Kementerian PU Mulai Proses Penanganan Permanen Jalan & Jembatan Terdampak Bencana Aceh & Sumatera
BARAK, (Jakarta)- Usai memastikan seluruh ruas jalan nasional terdampak bencana kembali fungsional, kini Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai memasuki proses penanganan permanen.
Seperti yang dipersiapkan di Aceh, Kementerian PU tengah memulai proses penanganan permanen pada 7 jembatan dan 28 titik longsoran yang tersebar di Provinsi Aceh, seperti 18 titik longsor pada ruas Bireuen-Batas Kota Bireuen/Bener Meriah, 2 titik longsor pada ruas Simpang Uning (Batas Kota Takengon)-Uwak (Km 370), 1 titik longsoran di ruas Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara-Kutacane, 1 titik longsoran ruas Genting Gerbang-Nagan Raya, dan 5 titik longsor pada ruas Pameu-Genting Gerbang.
Sementara 7 titik jembatan yang sudah dimulai proses penanganannya, 6 diantaranya sudah difungsionalkan lewat penanganan darurat termasuk pemasangan Jembatan Bailey.
Sedangkan 1 lagi, yakni jembatan Pantai Dona, saat ini penanganan permanennya sudah dimulai dengan melakukan pembongkaran pada jembatan eksisting.
"Dalam 50 hari pertama pasca bencana, kami fokus pada penyambungan konektivitas yang terputus, dan memastikan tidak ada lagi Kabupaten/Kota yang terisolasi. Hingga saat ini, memang masih ada beberapa kecamatan dan desa yang aksesnya masih terbatas, itu jadi penanganan lanjutan. Tim dilapangan terus bekerja keras dibantu TNI/Polri," ungkap Menteri Dody dalam media briefing update penanganan bencana Aceh & Sumatera, Jum'at (16/01/2026) kemarin.
Ia juga menjelaskan, tantangan paling besar dalam pemulihan Infrastruktur pasca bencana, yakni pada penanganan jembatan.
Adapun jembatan tersebut, yakni Jembatan Krueng Tingkeum pada ruas Kota Bireuen-Batas Bireuen/Aceh Utara yang difungsionalkan pada 27 Desember 2025 dengan pemasangan Jembatan Bailey kapasitas 30 ton. Selain itu, pada ruas tersebut juga didukung dengan jalur alternatif baylei di Aweh Geutah.
Penanganan jangka panjang pada lokasi itu, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh telah memulai proses pembangunan duplikasi jembatan sejak Selasa (20/01/2026) kemarin.
Kondisi serupa juga terjadi pada Jembatan Kreung Meureudu pada ruas Banda Aceh-Meureudu yang terhubung dengan ruas Meureudu-Batas Pidie Jaya-Bireuen.
Namun semua ruas tersebut sudah kembali fungsional untuk semua jenis kendaraan, usai penimbunan oprit jembatan yang runtuh.
Penanganan permanen pun tengah dilaksanakan pada lokasi itu dengan merehabilitasi jembatan eksisting dan penanganan Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk mengantisipasi kerusakan berulang akibat gerusan air.
Selanjutnya Jembatan Teupin Mane pada ruas Batas Kota Bireuen-Batas Bireuen/Bener Meriah juga hampir sama, namun sudah difungsionalkan sejak 18 Desember 2025 lalu dengan pemasangan Jembatan Bailey dan penanganan sementara pada titik longsorannya.
Untuk meningkatkan kapasitas dan menjaga keselamatan pengguna jalan, Kementerian PU akan melakukan penggantian jembatan permanen dengan jembatan rangka, sekaligus melakukan penanganan pada titik longsoran.
Kemudian, Jembatan Kreung Beutong pada ruas jalan nasional Batas Aceh Tengah/Nagan Raya-Lhok Seumot-Jeuram juga menjadi fokus penanganan, meskipun sudah difungsionalkan sejak 08 Januari 2026 lalu dengan pemasangan Jembatan Bailey.
Penanganan permanennya sendiri sudah disiapkan dengan merehabilitasi DAS serta rekonstruksi badan jalan.
Selain itu, Jembatan Lawe Mengkudu 1 pada ruas Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara-Kota Kutacane. Jembatan ini pun sudah kembali fungsional dengan pemasangan Jembatan Bailey, baik Jembatan Lawe Mengkudu 1 maupun Jembatan Penanggalan, bersamaan dengan penanganan 9 titik longsor. Jembatan-jembatan ini juga sudah disiapkan penanganan permanennya bersamaan dengan rehabilitasi DAS.
Jembatan Kreung Pelang pada ruas Geumpang-Pameue-Genting Gerbang-Simpang Uning juga sudah difungsionalkan setelah pemasangan Jembatan Bailey. Sementara jalurnya dialihkan melalui jalan alternatif menuju Angkup. Dan untuk penanganan permanen, dilokasi tersebut akan diganti menggunakan jembatan rangka, termasuk penanganan DAS.
Begitu pula dengan Jembatan Pantai Dona pada ruas Simpang Semadam-Lawe Alas yang saat ini proses penanganan permanennya tengah dikerjakan.
Kementerian PU menegaskan, komitmen tidak hanya pada pemulihan konektivitas pasca bencana, tapi juga meningkatkan ketahanan Infrastruktur l, agar lebih kokoh, aman dan tahan dari potensi bencana.* (Barak)

Komentar
Posting Komentar